Seide.id – Rasa malas itu ibarat hewan. Jika hewan itu dipiara dan beranak pinak di hati, kita bakal repot sendiri. Hidup pun jadi suloyo.
“Jangan pernah memanjakan rasa malas itu agar kita tidak kehilangan masa depan,” tegas Surya Wijaya serius, ketika ditanyai, kenapa hujan-hujan nekad belanja plastik hingga ke Ciledug, Tangerang. Padahal jarak dari rumahnya yang di Pondok Kopi, Jakarta Timur ke Ciledug itu 40 km-an.
Alasan Surya sederhana, selain harga relatif murah, ukuran plastik lengkap, dan ia dapat menimba trik kewirausahaan dan motivasi dari si empunya toko, meskipun belanja tidak banyak.
Hal senada juga dikatakan oleh Prapto. Hujan gerimis tidak menyurutkan niatnya belanja plastik, karena ia harus mengemas kue kering untuk dikirim ke agen-agen.
“Hujannya merata, kalau nunggu reda dulu, jadinya malas. Padahal saya terlanjur janji dengan beberapa agen kue,” tandas Prapto yang harus mengenakan jas hujan agar tubuhnya tidak kuyup.
Keteladanan Itu Yang Utama
Bagi Surya yang kelahiran 1969 ini, kendati usia menua, ia tidak mau kehilangan semangat. Sebelum nyablon plastik, ia ngojek motor sejak sebelum pandemi Covid 19.
“Insya Allah, ngojek dan nyablon itu jalan bareng,” kata Surya yang dibantu oleh 2 orang untuk nyablon. Ketika ada tarikan motor, pekerjaan nyablon diserahkan pada anak buahnya.
Berbagi semangat pada orang lain itu tidak cukup, jika sekadar lewat kata-kata, himbauan, atau ajakan. Tapi, juga harus lewat contoh, bukti, dan keteladanan.
Hal itu juga ditegaskan oleh Prapto. Dari usaha ngemas kue kering itu ia mampu membeli rumah sederhana.
“Apa pun usahanya, jika ditekuni, ditelateni dan kita fokus pasti ada hasilnya,” katanya meyakinkan.
Tidak beda dengan Surya dan Prapto adalah Mang Eddy. Meski ia telah jadi bos, ia tetap menggoreng kerupuk sendiri.
“Dengan aktif bergerak itu tubuh saya jadi sehat,” alasan Mang Eddy sederhana. Menurutnya lagi, dengan bos turut bekerja itu, karyawan jadi segan, bahkan malu hati, jika bermalas-malasan.
Semangat rendah hati Mang Eddy yang layak ditiru. Karena ternyata, ia juga mempunyai pabrik roti di bilangan Kreo, Larangan, Tangerang ini.
Mas Redjo /Red-Joss
Saat Diremehkan, Ambil Hikmahnya






