Memprovokasi Hati, Jika Gagal, Sebaiknya Hati Itu Dioperasi

Tiba-tiba Nyong ingin menjadi provokator. Gegaranya adalah Nyong gemes dengan diri sendiri. Hati Nyong teramat lemah, loyo, bahkan tidak mampu menolak dan berkata ‘tidak’ pada rayuan orang.

Hati Nyong selalu menanggapi dan menjawab, “iya”, dan mengiyakan. Apa gegara hati ini tidak mau menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain?

Kenyataan itu jelas mengusik dan mengganggu pikiran Nyong. Nyong sering komplain pada hati untuk berani berkata ‘tidak’ agar tidak timbul konflik kepentingan. Tapi selalu dicuwekin dan tidak digubris! Alasannya, menolong orang itu yang penting niat dan motivasinya.

Nyong jengkel sejengkelnya. Tapi bisa apa?

Suatu hari Nyong komplain dan protes berat, ketika ada orang datang untuk minta tolong.

Nyong menutup mata, telinga, dan mulut. Tak ingin melihat, mendengar, atau ikut ngobrol. Nyong diam seribu bahasa. Jikapun dimintai tanggapan, Nyong hanya membalas sebatas hm-hm doang.

Kejengkelan Nyong semakin menumpuk, dan ngap.

Nyong lalu belajar untuk menjadi provokator yang baik dan sukses. Nyong ingin agar hati ini berani dan mampu berkata: tidak!

Nyatanya, Nyong kembali gagal dan gagal lagi untuk mengontrol hati.

Hati ini selalu iba dan mudah jatuh belas kasihan.

Akibatnya, jika ada tamu,Nyong sering gelisah dan stres.

Nyong lebih senang mengurung diri dan menyendiri.

Walau sering terjadi konflik batin, beruntungnya konflik itu tidak muncul ke permukaan yang membuat Nyong miliki kepribadian ganda.

Meski sering gagal, Nyong juga tidak putus asa. Sebaliknya, Nyong tetap semangat, tertantang, dan tidak mau mengalah lagi. Nyong kudu tegas menentukan sikap.

Untuk kesekian kali, Nyong meminta agar hati ini mau mengerti. Menolong orang itu baik, asal tidak keterusan, dan menjadi ketergantungan orang. Sungguh berdosa, jika kita menolong orang tapi membuatnya semakin malas.

Penolong yang baik adalah, jika orang itu dimotivasi, diarahkan, dan diadakan evaluasi agar orang yang ditolong itu berubah menuju hidup yang lebih baik.

Jika orang yang dibantu itu tidak mau berubah, sebaiknya kesempatan itu diberikan pada orang lain yang mau memperjuangkan masa depannya sendiri.

Seandainya esok atau lusa … Nyong tetap gagal memprovokasi hati, sebaiknya Nyong mengoperasi hati, lalu hati itu disimpan di kulkas…! (MR)

Avatar photo

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang