Seorang warga yang muak deng dominasi uang pemerintah yang rawan inflasi, menciptakan mata uang Kripto yang disebut sebagai People’s Money. Namun Pemerintah berbagai negara berupaya mencegahnya. ( Foto: The Hill).
Sistem moneter dunia dibagi tiga. Sebelum tahun 1971, berlaku apa yang disebut Standard Emas. Emas adalah barang berharga untuk perdagangan apa saja. Karena emas diproduksi oleh alam, maka disebut God’s Money ( Uang Tuhan). Uang dibackup penuh oleh emas. USD35 sama dengan 1 ounce emas. Amerika menjamin nilai emas dalam jumlah dolar. Hal ini tertuang dalam sebuah perjanjian dunia.
Setelah tahun 1971, Amerika mengkhianati dunia. Presiden Richarad Nelson melepas dolar dari standar emas. Maka terjadilah inflasi dunia. Jika dulu dolar dibackup oleh emas, sekarang dolar tak dibackup oleh apapun. Jadi, jika Amerika mau mencetak dunia berapapun, tak ada yang menjamin. Suka-suka mereka saja. Inilah yang kemudian disebut Goverment;s Money ( Uang Pemerintah)
Uang fiat seperrti dolar , rupiah, Yen dan sebagainya, begitu lama dipercaya masyarakat dan negara bahwa uang itu berharga dan menjadi bagian kehidupan tak terpisahkan dari manusia.
Era keuangan ke3 disebut People’s Money. Seorang misterius pada 2009, dengan nama panggila Satoshi Mamoto menciptakan mata uang digital krypcocurrency bernama Bitcoin. Diciptakannya Bitcoin karena rasa muak Satoshi yang mewakili masyarakat banyak, terhadap perbankan yang menghisap darah ekonomi rakyat, sehingga Satoshi ingin ada uang yang diciptakan bersama rakat. Itulah Kripto. Lahirnya Bitcoin. Meski bukan coin kripto pertama Bitcoin telah meletakkan dasaar-dasar keuangan dari masyarakat untuk masyarakat.
Itu sebabnya diciptakannya cryptocurrency adalah semata-mata untuk menghindari Goberment’s Money. Satoshi tahu bahwa jika Uang Pemerintah berkuasa, harganya makin tidak jelas mengingat uang dicetak terus sesuka pemerintah.
Sementara People’s Money seperti Bitcoin yang diciptakan manusia dapat terus berlangsung karena keinginan bersama mengatur keuangan diri sendiri secara komunitas atau sesama pemuka. Antara lain keinginan rakat untuk membebaskan diri kita dari Uang pmerintah. Uang pemerintah ini, nilainya semakin berkurang setiap tahun karena dicetak terus. Yang dirugikan jelas masyarakat.
Bitcoin ini juga salah satu cara membebaskan diri rakyat dari harga mahal di bank, serta urusan yang amat ribet dengan pemerintah. Misalnya tidak mudah orang membawa uang sebanyak lebih dari USD 10,000 ke luar negeri. Orang harus mendeclare dalam lembar keretas khusus berapa ia bawa uanga dan alasannya. Uang yang sudah dideclare itu, lalu diperiksa oleh Bea Cukai.
Aturan ini yang oleh sebagian Whale ( Paus) alias orang tajir dianggap mengganggu privacy mereka yang diumbar pada orang lain.
Dengan Bitcoin atau uang rakyat, kita bisa membawa uang berapapun jumlahnya ke berbgai negara, tanpa diperiksa, tanpa membuat surat declare. – MAS SOEGENG




