Mensyukuri Ulang Tahun, Menulis Kehidupan – 168

Urusan Ulang Tahun sangat berkenaan dengan relasi kepada orangtua, yang dipilih Sang Pencipta melahirkan diri kita. Apa pun kondisi orangtua, faktanya Sang Pencipta memakai peran mereka untuk menghadirkan diri kita ke dunia. Masing-masing pribadi memiliki sejarah dan pengalaman, lalu memilih sikap untuk merayakan ulang tahunnya. Bahkan ada yang melewatkan saja urusan ulang tahun, karena berbagai alasan. Merayakan ulang tahunku, sebagai bentuk syukur dan terimakasih, saya menulis dua sajak: Ibu, Aku Anak Lelaki mu dan Kepadamu Ibu Bapa


  1. Ibu, Aku Anak Lelaki mu
    HUT 01-06-22

Lelaki
ditakdirkan pergi…
untuk selalu datang
dalam takdir generasi

Lelaki…
Pergi, selalu kembali
Dalam inkarnasi alami
kembali ke rahim ibu
untuk teruskan kelahiran

Lelaki….
pergi dan kembali
jumpai rahim ibunya
Seperti saat
ditakdirkan Sang Ilahi
lahir dari rahim ibu
penuhi kodrat alami

Ibu…
Ini aku anakmu
Anak dari rahimmu
Ini terimakasihku
Ini mohon maaf ku
Ini aku apa adanya diriku
Ini doaku

Aku lelaki
Ada…
terus terjadi
Pergi…
Kembali…
Lepaskan benih
Misteri kehidupan
Ajaibnya peradaban
Lestari…
tak bertepi…

2.
Kepadamu Ibu Bapa

Subuh itu terjadi
aku boleh menangis
hirup udara semesta
genapi rencana Pencipta
terlahir ke dunia

Saat ini kudatang
menyapamu mama bapa
ketika kalian di pusara
Kuyakin ada di sorga
karena kasih Pencipta

Mama,
dari rahimmu aku datang
Engkau rahim Ibu Pertiwi
Bapa,
dari kandunganmu aku hadir
Engkau wajah Bapa Angkasa

Mama dan Bapa
Ini ultahku ini anakmu
ini terimakasihku
ini mohon maaf ku
ini aku apa ada ku
Pasti
tidak sesuai harapanmu
saat kalian lahirkanku
waktu kalian membesarkanku

Ini catatan jiwa
Ini goresan nurani sukma
apa adanya ini doa
syukur pada Pencipta
terimakasih Mama Bapa
aku masih ada waktu
untuk nyatakan adaku
di tengah sesama saudara
di wajah alam semesta
semoga bisa bermakna
menjadi dan ada

Flores Harmony Institute