Refleksi atas Aneka Cara Menyambut Tahun Baru – Menulis Kehidupan 370

Foto : Plus Calidad Importaciones/Pixabay

Sudah menjadi tradisi dimana-mana untuk merayakan pergantian tahun, khusunya Tahun Masehi. Lalu, ada banyak ekspresi dan cara merayakan oleh pribadi, keluarga, komunitas dan beraneka profesi dan bangsa. Makna perayaannya, ya hanya pelaku yang tahu pasti.

Dalam relasi manusia dengan dirinya, dan relasi manusia dengan alam semesta, saya menemukan fakta paradoks. Manusia yang terbatas dan mutlak tergantung pada alam, justru membuat sistem perhitungan waktu, seolah-olah waktu bisa dihitung dan diatur. Lalu, saya tuliskan dalam sajak:

Anomali Merayakan Angka Kalender

Manusia menciptakan sistem angka
membuat perhitungan waktu
Detik menit dan jam
Tanggal bulan dan tahun
Lalu
dengar sangat yakin mengikuti
bahwa waktu bisa diatur
bahwa siang malam bisa dihitung
bahwa musim bisa dikendalikan
Padahal…
Waktu tak mampu dibatasi
Waktu tak cukup angka menghitung

Ada sejumlah tradisi kalender
Almanak ciptaan pikiran manusia
sesuai kebutuhan dan tradisi
sesuai konteks alam lingkungan
Ada relasi waktu dan tempat
Manusia yang terbatas dirinya
hidup dalam ruang dan waktu
mengalami kehidupan yang terbatas
Tetapi
Yakin mampu membatasi ruang
Yakin bisa menghitubg waktu
Bahkan
Sering merayakan angka kalender

Ada aneka perayaan waktu
sesuai tanggal yang ditentukan
oleh kepentingan diri pribadi
oleh kepentingan satu kelompok
oleh kepentingan satu organisasi
oleh tradisi adat budaya
oleh aturan agama dan kepercayaan
Antara lain awal tahun baru
dalam perhitungan sebuah kalender
Tahun baru Imlek
Tahun baru Zaka
Tahun baru Hijriah
Tahun baru Masehi
“Manusia merayakan angka kalender
Manusia Yaqin mengatur waktu
Manusia yakin membatasi ruang
Manusia memberi makna kehidupan
dalam batasan ruang dan waktu”

Saat merayakan tahun baru
ketika angka kalender tiba
Berbagai ekspresi diri dinyatakan
Ada sujud doa syukur
Ada saling salaman terimakasih
Ada rangkulan saling memaafkan
Ada pesta kembang api
Ada dentuman bunyi meriam
Ada pesta pora gembira
Ada berbagai atraksi kesenian
Ada aneka makanan minuman

Ketika angka tanggal kalender
Akhir tahun lama berlalu
Tiba angka kalender Tahun Baru
“Manusia merasa menemukan dirinya
Manusia ungkapkan rindu damba
Manusia merasa besar kuasa
atas luasnya ruang semesta
atas tak terhingga batas waktu
Padahal
nyatanya diri pribadinya terbatas
dalam misteri ruang dan waktu”
Manusia merayakan anomali dirinya
Manusia pestakan keanehan pribadi
atas angka kalender ciptaanya
“Selamat Tinggal tahun 2022
Selamat datang Tahun Baru 2023″

Refleksi Akhir Tahun: Hidup adalah Ziarah Menuju Pulang