Seide.id – Paus Fransiskus menyampaikan kecamannya yang paling tajam terhadap perang Rusia-Ukraina. Pada Sabtu (2/4/2022), dalam perjalanan ke Malta, dia mengatakan bahwa perang tersebut merupakan, “Agresi kekanak-kanakan dan destruktif.”
Agaknya Fransiskus menunjuk ke Presiden Rusia, Vladimir Putin, ketika mengatakan bahwa “beberapa penguasa” terperangkap dalam “klaim anakronistik kepentingan nasionalis, memprovokasi, dan mengobarkan konflik”.
“Kami mengira bahwa invasi ke negara lain, pertempuran jalanan yang biadab, dan ancaman atom, merupakan kenangan suram dari masa lalu yang jauh,” tambah ia dalam pidatonya itu.
Dia mengatakan kepada para wartawan dalam perjalanan ke Malta bahwa kemungkinan perjalanan ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, “direncanakan”.
Vatikan telah menolak memanggil pihak agresor untuk memungkinkan dialog. Vatikan baru-baru ini juga menjalin hubungan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Gereja Ortodoks Rusia, yang bersekutu dengan Putin.
Kunjungan ke Malta, yang dijadwalkan ulang dari Mei 2020, dimaksudkan untuk fokus pada migrasi.
Berbicara dengan Presiden Malta di sisinya, Fransiskus mengecam “perjanjian kotor” yang telah dibuat Uni Eropa dengan Libya untuk menolak para migran.
Dia mengatakan Eropa harus menunjukkan sikap kemanusiaan dalam menyambut para migran.
Dia menyerukan agar kawasan Mediterania untuk menjadi “teater solidaritas, bukan pertanda kehancuran peradaban yang tragis.” (Sumber: euronews)





