Jika anda pernah berbaring di Rumah Sakit ( RS) Mayapada, RS Mitra Keluarga, Siloan atau Awal Bros, Anda relah ikut berpartisipasi menyumbang kekayaan para taipan rumah sakit itu. Rumah Sakit bukan sekedar tempat penyembuhan orang sakit. Tapi juga bisnis spektakuler.
Bisnis rumah sakit tak ada matinya. Banyaknya orang sakit, bisa jadi orang sadar pentingnya sehat, atau malah sebaliknya. Orang tak paham benar tentang kesehatan sehingga pola hidupnya menerjang norma-norma orang sehat, sehingga menjadi sakit dan perl rumah sakit. Apapun alasannya, jumlah orang yang datang ke rumah sakit dan mall, kini sama banyaknya. Bukti banyak uang beredar di sana, sekaligus memberi kekayaan pada pemilik rumah sakit.
Inilah para bos rumah sakit terkaya di Indonesia.
DATO SRI TAHIR
Dato Sri Tahir adalah pemilik dari Grup Mayapada. Beliau merambah bisnis kesehatan dengan mendirikan brand RS Mayapada. Jaringan rumah sakit mewah ini tersebar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bogor.
Pada mulanya Mayapada Healtcare mengakuisisi kepemilikan Honoris Hospital. Sebuah rumah sakit yang terletak di Modern Land, Tangerang, pada 1 Juni tahun 2008.
Untuk mendongkrak rumah sakit, pada umumnya para investor menggandeng Hospital Operator, yakni National Healthcare Group ( NHG) dari Singapore. Ini untuk membuat Mayapada memiliki standard pelayanan layaknya rumah sakit besar Singapore yang sering didatangi orang Indonesia untuk berobat. Terlebih, sejak awal, Mayapada telah memposisikan dirinya sebagai rumah Sakit mewah yang menjaring masyarakat menengah ke atas.
BACA SEIDESKOP 2021: 5 Sosok Terkaya dari Tambang Emas Hitam
NHG Group bertanggung jawab dalam manajemen rumah sakit – rumah sakit peringkat teratas seperti National University Hospital (NUH), Tan Tock Seng Hospital, dan juga John Hopkins Singapore.
Saat ini Mayapada Hospital berada di Tangerang, Jakarta elatan, Bogor, Kuningan dan Surabaya. Dari sinilah Dato mengumpulkan kekayaannya. Melalui PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, dalam laporan keuangan ang dipublikasikan di laman Busa efek Indonesia ( BEI), pendapatan hingga kuartal III tahun 2020 naik 89,82 persen year on year (yoy)menjadi Rp 1,54 Triliun. Padahal, di tahun sebelumnya hanya Rp 813,71 Miliard. Pendapatan dari rawat inap sendiri mencapai Rp 980,08 Miliard, dari rawat jalan Rp 564,50 miliard. Akhir September 2021 total aset menjadi Rp 5,33 Triliun
BOENJAMIN SETIAWAN
Tak banyak yang mengenal nama Boenjamin Setiawan ini. Padahal, beliau adalah pemilik jaringan RS Mitra Keluarga. Jumlah RS saat ini mencapai 26 buah dengan grup Mitra Keluarga 17 RS dan 9 RS dengan merek dagang Grup Kasih. Kapasitas tempat tidur mencapai 3.885 unit dengan tempat tidur yang beroperasi 3.247 unit.
Pria yang akrab disapa dr Boen ini dicatat Forbes beberapa kali masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Rumah sakit pertama Mitra Keluarga bermula pada 1989. Ia juga merupakan pemilik dari Kalbe Farma, perusahaan farmasi swasta terbesar di Indonesia.
Baik Kalbe Farma maupun RS Mitra Keluarga, keduanya merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang semester I tahun 2021, pendapatan rumkit RS Mitra sebesar Rp 2,38 Triliun, dengan laba bersih Rp 615,87nmiliard. Dari rawat inap saja, RS Mitra Keluarga memperoleh Rp 1,58 Triliun, sementara rawat jalan menyumbang Rp 799,83 miliard. Peningkatan di atas lebih dari 68 % dari kedua pelayanan rumkit ini.
LAINNYASEIDESKOP 2021: 10 Orang Terkaya Indonesia
MOCHTAR RIADY
Mochtar Riady dikenal sebagai pendiri Grup Lippo. Ia juga merupakan mertua dari Dato Sri Tahir. Tokoh bisnis asal Malang ini mulai menjelajah bisnis rumah sakit melalui brand Siloam Group, yang sudah menjelma menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT Siloam International Hospitals Tbk.
Saat launching, Mochtar Riady bekerja sama dengan Gleneagles, perusahaan jaringan rumah sakit di Singapura. Kedua belah pihak sepakat membangun RS Gleneagles di kawasan yang dikembangkan perusahaan properti Grup Lippo.
Entah kenapa kedua pihak tak lagi melanjutkan kerja sama. Mochtar Riady justru melanjutkan bisnis rumah sakit yang kemudian mengubah namanya menjadi RS Siloam. Saat ini, rumah sakit ini terus berkembang dan kini menyebar di puluhan kota di Indonesia.
Menurut catatan, saat ini, Siloam Hospitals mengelola dan mengoperasikan 39-40 rumah sakit. Terdiri dari rumah sakit di kawasan Jabodetabek dan rumah sakit yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
Berdasar laporan per 30 Juni 2021 yang belum diaudit, perseroan mencetak pendapatan Rp 3,81 triliun, selama 6 bulan pertama. Kenaikan 51 persen. Laba perseroan tumbuh Rp 493,981 milard. Jumlah liabilitas meningkat menjadi Rp 2,4 triliun pada akhir 2020 saja, sementara nilai aset menjadi Rp 8,73 Triliun per 31 Desember 2020.
BACA JUGASEIDESKOP 2021: 10 Anak Muda Terkaya di Dunia 2021
AWALOEDIN
Awaloedin merupakan pemilik saham dari jaringan rumah sakit Awal Bros. Beliau mendirikan rumah sakit pertama pada tahun 1998 di Pekanbaru, Riau. Saat itu, ia melihat banyak orang harus keluar dari Pekanbaru untuk berobat. Ini artinya uang daerah justru lari ke berbagai kota, bahkan negara.
Dengan bertekad, Awaloedin kemudian mengajak beberapa orang untuk berpatner membangun bisnis rumah sakit. Dimulai pada 1998 di Pekanbaru, kemudian 2003 di Batam, 2006 di Tangerang, lalu menyusul Makasara dan Bekasi dan terus merambah berbagai kota.
Di tahun yang sama, Saratoga Investama yang dimiliki Sandiaga Uno terlibat sebagai investor di Awal Bros. Sekarang ini jumlah Rumah Sakit Awal Bros terus bertambah menjadi 15 rumah sakit. Saat ini RS Awal Bros ditangani anak H Awaloedin, yakni Arfan Awaloedin, yang menggantikan almarhum dan sejak awal mempersiapkan segala sesuau berkaitan dengan Awal Bros.
Pada April 2020, RS Aal Bros kemudian berganti nama Primaya Hospital Group, sejak masuk dana dari Sandiaga Uni melalui Saratoga Investama Sedaya Tbk. Dengan nama baru ini, Primaya Hospital mulai merambah kota-kota lain
Sebuah bisnis yang menyehatkan orang, terutama para pemilik rumah sakit. Para investorpun sepertinya akan mulai ramai-ramai di tahun 2022 dengan mengembangkan diri ke rumah sakit, termasuk mencaplok rumkit yang sudah berjalan. Yang sakit mengeluarkan uang, pemilik rumkit sehat menerima uang melimpah.
- penulis MAS SOEGENG foto MAYAPADA
LAINNYAUang Kripto Penting Untuk Masa Kini dan Masa Depan
Rahasia Sebuah Kertas yang Membuat Greysia Polli Memperoleh Medali Emas Olimpiade




