Protes Hukuman Mati bagi Pendemo, Aktris Taraneh Alidoosti Ditahan Aparat Iran

Iran - Aktris Taraneh Alidoosti 01 - Instagram

Pihak berwenang Iran telah menangkap salah satu aktris paling terkenal di negara itu, setelah dia menyatakan solidaritasnya dengan demonstran anti-pemerintah.

Seide.id –  Aktris film Taraneh Alidoosti ditahan atas tuduhan “menyebarkan kebohongan” tentang gerakan protes yang melanda negara itu, kata media pemerintah.

Dalam sebuah posting Instagram minggu lalu, aktris 38 tahun itu, mengutuk eksekusi seorang pria atas keterlibatannya dalam protes.

Taraneh Alidoosti terkenal karena perannya dalam film pemenang Oscar The Salesman, yang memenangkan Academy Award pada 2016 untuk Film Fitur Internasional Terbaik.

Taraneh Alidoosti lahir 12 Januari 1984 dikenal dikenal sebagai salah satu aktris paling sukses di Iran  yang memiliki reputasi internasional.

Debut akting di film sejak 2002 melalui film Man Taraneh, Panzdah Sal Daram (I Am Taraneh, Fifteen Years Old), sebanyak 12 judul film lain dimainkannya hingga 2016 lalu, dimana film yang diperani olehnya memenangkan Piala Oscar untuk kategori film asing.

Dalam postingannya, aktris 38 tahun itu membidik beberapa organisasi internasional karena tidak menentang eksekusi Mohsen Shekari.

Mohsen Shekari (kiri) pendemo Iran 23 tahun yang menjalani hukuman gantung setelah protes atas kematian Mahsa Amini, 22 (kanan) yang dianiaya polisi moral Iran karena dianggap tidak memakai hijab dengan benar. – foto: web.

Mohsen, pemuda 23 tahun,  digantung oleh pihak berwenang setelah atas tuduhan “perusuh” yang “mengobarkan perang melawan Tuhan” dengan memblokir jalan utama di Teheran pada bulan September dan melukai seorang anggota pasukan paramiliter dengan parang.

Mohsen Shekari menjadi pendemo pertama yang menjalani hukuman gantung sebagai dampak gelombang demo atas kematian Mahsa Amini, wanita Kurdistan 22 yang tewas setelah ditangkap dan dipukuli hingga koma Polisi Moral Iran dan meninggal di rumah sakit Teheran, 16 September 2022 lalu.

“Namanya Mohsen Shekari. Setiap organisasi internasional yang menyaksikan pertumpahan darah ini dan tidak mengambil tindakan, merupakan aib bagi kemanusiaan,” tulis Alidoosti.

Menurut sebuah posting di akun Telegram kantor berita negara IRNA, dia ditangkap oleh polisi karena gagal memberikan “dokumen apa pun yang sesuai dengan klaimnya”.

Akun Instagram-nya, yang memiliki lebih dari delapan juta pengikut, baru-baru ini dihapus.

Tapi sejak pecahnya gerakan protes dia menjadi pengkritik vokal upaya pemerintah Iran meredam kerusuhan nasional, yang dipicu oleh kematian wanita Kurdistan Mahsa Amini dalam tahanan polisi pada bulan September.

Pada bulan November, dia menarik perhatian setelah memposting gambar dirinya di Instagram tanpa jilbab untuk menunjukkan solidaritas dengan demonstrasi.

Gerakan protes telah menjadi salah satu tantangan paling serius bagi rezim Iran sejak berkuasa pada revolusi 1979.

Pihak berwenang telah mengeksekusi dua orang setelah mereka dinyatakan bersalah atas “moharebeh” – secara kasar diterjemahkan sebagai “permusuhan terhadap Tuhan”.

Di bawah hukum Iran, kejahatan didefinisikan sebagai “menciptakan ketidakamanan publik” dengan mengancam nyawa atau harta benda dengan senjata. – dms.

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.