Roberta Metsola, Presiden Parlemen Eropa, Si Penentang Praktek Aborsi

Seide.id. Roberta Metsola, Presiden Parlemen Eropa yang baru terpilih, telah bersumpah untuk menghormati pendapat mayoritas hemicycle yang mendukung aborsi. Meskipun sikap politik dan pribadinya telah lama menentang prosedur aborsi tersebut.

“Posisi parlemen tidak ambigu dan tegas, dan itu juga posisi saya,” katanya kepada Euronews dalam upaya untuk menutup kontroversi seputar penobatannya.

“Itulah yang akan saya lakukan sepanjang mandat saya sebagai presiden dalam masalah ini.”

Sebagai anggota parlemen konservatif dari Malta, negara di mana aborsi tetap ilegal dalam semua kasus. Metsola secara konsisten memberikan suara menentang resolusi parlemen yang membela hak aborsi.

Posisinya sangat kontras dengan mayoritas di dalam hemicycle, yang mendukung sudut pandang pro-pilihan.

 Tahun lalu, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang menyatakan akses aman ke aborsi sebagai hak asasi manusia dengan 378 mendukung dan 255 menentang.

Masalah ini menjadi sangat kontroversial pada hari-hari menjelang pemilihan presiden parlemen Eropa, dengan beberapa anggota parlemen secara terbuka mencela Metsola karena catatan pemungutan suara masa lalunya. 
Konferensi pers yang mengikuti pemilihannya pada Selasa pagi dengan cepat didominasi isyu aborsi. Untuk menghilangkan keraguan lebih lanjut, presiden berjanji untuk menghentikan pemungutan suara sama sekali. Menjaga stabilitas situasi politik Eropa. Ia untuk selalu mengikuti posisi yang diambil oleh hemicycle.
 
Berbicara kepada Euronews tentang prioritas masa jabatannya selama 2,5 tahun, Metsola menyoroti pembelaan terhadap supremasi hukum dan hak-hak dasar sebagai pertanyaan yang mendesak. 
Beberapa negara UE, seperti Polandia dan Hungaria, berada di bawah pengawasan ketat atas reformasi hukum yang telah memperburuk kemunduran demokrasi. Kedua negara ini mendapat dana dari UE  bisa  dibekukan di bawah mekanisme yang ada tapi persyaratan yang masih belum digunakan.
 
"Parlemen ini mewakili supremasi hukum. Anda telah melihat mayoritas di seluruh majelis, di seluruh spektrum kelompok politik yang luas, dari kiri ke kanan, yang mendukung supremasi hukum di mana-mana," kata Metsola.