Sakit Mag Bisa ke Mana-Mana, Rasanya Sampai ke Kantong Juga

Seide.id- Entah sudah berapa kali saya menulis tentang sakit mag. Banyak pasien mengabaikannya, sebagian masih membawanya tanpa berusaha menuntaskan sembuhnya.

Tanpa disadari, magnya tetap bikin kurang selera makan, kadang mual, puisng, nyeri kepala, lesu, lemah, dan mungkin rasa tidak nyaman lainnya. Saking sudah terbiasa dengan rasa tidak nyaman begitu, pasien membiarkan gangguan lambungnya tetap dibawanya setiap hari. Lupa kalau itu bisa bertambah parah, dan akhirnya bikin hidup keseharian terganggu oleh rasa tidak nyaman itu.

Gangguan lambung paling enteng disebut radang lambung gastritis, yang terjadi bila makan kelewat asam, atau pedas, minum alkohol, terkena duri ikan, obat-obatan, jamu, herbal, terinfeksi kuman, atau terminum kimia korosif, seperti karbol, minyak tanah. Radang lambung umumnya cepat pulih dengan atau tanpa obat mag. Tidak demikian kalau jenis gangguan lambung yang lebih parah.

Lebih parah dari gastritis, terbentuk luka atau tukak pada dinding lambung, menyerupai kawah (crater), seperti bekas digerogoti, kita menyebutnya tukak lambung atau ulcus pepticum.

Dengan peneropongan ke dalam lambung endoskopik, akan terlihat apa jenis gangguan lambungnya. Termasuk apabila kalau itu suatu proses kanker lambung.

Yang terkena tukak bukan cuma lambung melainkan bisa sampai usus duabelasjari, yakni saluran pencernaan setelah lambung. Kita menyebut tukak duabelasjari, ulcus duodenum.

Bedanya keluhan tukak duabelasjari dengan tukak lambung, pada tukak lambung berasa enak kalau setelah diisi makanan. Namun pada tukak duabelasjari keluhan uluhati tetap saja walau diisi makanan.

Gejala dan keluhan gangguan lambung dan usus duabelasjari diawali dengan mual-mual,. Kalau berat, disertai muntah, tidak nyaman di uluhati, rasa kembung (sebah), selera makan menurun, bukan jarang disertai pusing, dan atau nyeri kepala, rasa limbung, lesu, dan lelah. Pendek kata, keluhan mag bisa ke mana-mana, padahal sumbernya di lambung. Pengidap mag yang sudah lama, yang sering kambuh, serangan mag bisa diawali dengan diare, selain keluhan uluhati dan yang lainnya.

Dokter memeriksa, biasanya akan teraba lambung yang kaku dan keras. Mungkin nyeri kalau dilakukan penekanan di daerah uluhati. Umumnya dari mendengar keluhan dan gejala, gangguan lambung sudah bisa dokter diagnosis.

Bila gangguan lambung sudah menahun, sudah sering kambuh-sembuh, dokter perlu menanyakan apakah tinja berwarna kehitaman. Untuk apa? Untuk tahu apakah lambung sudah berdarah. Bila tinja kehitaman, berarti lambung sudah berdarah, berarti magnya sudah parah. Mungkin terancam jebol. Dari endoskopik terlihat apakah tukak sudah menembus dinding lambung sehingga lambung bolong. Setiap kali berdarah berarti ibarat gerowong tukak semakin dalam. Kasus begini bisa berisiko kegawatdaruratan perut (acute abdomen). Isi lambung tumpah ke dalam rongga perut, memerlukan tindakan bedah gawat darurat.

Bukan jarang gangguan lambung terkait pikiran, dan jiwa yang galau. Produksi asam lambung meningkat kalau jiwa galau. Diperiksa lambungnya normal, tapi pasien mengeluh mag, artinya yang salah pikirannya, jiwanya. Tak cukup obat mag saja, Yang penting justeru obat penenang. Setelah jiwanya tenang, lambungnya ikut tenang juga. Organ lambung, selain jantung, dekat dengan jiwa.

Terapi gangguan lambung diberikan obat mag, selain pola makan sedikit-sedikit tapi sering, mungkin dibuat 6 kali makan sehari, tiap jam diselingi biskuit, pantang pedas, masam, keras, dan semua menu merangsang (spicy), minuman kopi, alkohol, dan harus bilang setiap kali berobat ke dokter untuk penyakit apapun, kalau punya mag, agar obat yang dokter akan berikan, tidak mengganggu lambung. Semua obat nyeri, obat mengandung corticosteroid, bersifat mengganggu lambung. Termasuk perlu pantang mi, roti, nangka, pisang ambon, nenas, durian, cempedak.

Obat mag sendiri ada beberapa jenis. Selain yang menetralkan asam lambung sebagaimana yang dijual bebas (antacidum), ada obat yang menekan pompa produksi asam lambung, antitumpah balik (reflux), antiulcerant, dan obat penenang, serta antibiotik.

Separoh kasus gangguan lambung ada kumannya, yakni helicobacter pylori. Tahunya ada kumannya, bisa dideteksi dengan pemeriksaan darah IgM helicobacter pylori.

Pada kasus gangguan lambung ada kumannya, tak cukup hanya minum obat mag belaka, perlu juga disertai antibiotik selama tak kurang 8 minggu untuk membasmi kumannya. Tanpa antibiotik, kumannya masih tetap bercokol, penyakit mag tak kunjung sembuh.

Jadi kalau mag tidak kunjung sembuh, kemungkinan kasus ada kumannya tapi tidak diobati antibiotik, atau bisa juga karena pemberian obat magnya belum tuntas. Mengapa belum tuntas?

Oleh karena kebanyakan pasien mag, umumnya baru minum beberapa kali sudah merasa enakan, obat dihentikan, padahal tukak lambungnya belum tentu sudah reda betul. Ibarat luka, perlu waktu untuk mengering sembuh.

Berbeda dengan luka di kulit, kita bisa melindungi lukanya dari kontak dengan air atau kotoran. Tidak demikian luka di lambung, terus-menerus kontak dengan aneka macam makanan dan minuman, yang bisa saja ada jenis yang merangsang, sehingga lukanya tetap merajam. Atau bisa juga luka lambungnya tetap terkena asam lambung yang tidak dinetralisir oleh obat mag sehingga lukanya tetap saja tidak kunjung mengering. Itu maka obat diperlukan untuk beberapa minggu, sedikitnya 8 minggu sampai luka lambungnya betul mengering.

Kalau mag sudah menahun, itu yang merongrong hidup keseharian, karena sewaktu-waktu akan kambuh, misal bila terlambat makan, salah makan yang merangsang, atau sedang banyak pikiran.

Setiap mag kambuh, perlu waktu untuk memulihkannya. Mag kambuh perlu diingat, bisa saja berupa serangan diare, diare yang steril, yang tanpa demam, tanpa mulas, tanpa tinja berbau busuk, karena bukan diare infeksi, melainkan diare sebab gangguan fungsi pencernaan.

Kalau mag tidak tuntas disembuhkan, demikian galibnya yang terjadi di masyarakat kita, yang untung dokter dan pabrik obat mag. Pasien terus bolak-balik ke dokter, dan obat mag terus ditebus ulang, mungkin setiap beberapa bulan sekali.

Salam sehat,
Dr HANDRAWAN NADESUL

Ikuti : Anda Tidak Perlu Terserang Stroke: Lebih Mudah dan Lebih Murah Dicegah Ketimbang Diobati

About Dr Handrawan Nadesul