Sepur Tua Alip Ba Ta & Syair Menyemprot Voice of Baceprot

Dengan 5,4 juta follower aktif—bayangkan jika sepertiganya adalah penonton mancanegara yang tak bisa bahasa Indonesia—Alip membuat para glotizen ( global netizen) mulai akrab dalam bahasa Indonesia.Sedangkan VoB merontokkan stereotipe yang perempuan muslimah tak boleh keluar rumah, tak bisa berekspresi dalam seni budaya.

Oleh AKMAL NASERY BASRAL

Sosiolog, Penulis

DIAM-DIAM tanpa banyak publikasi, sebuah sepur tua beroperasi sejak tiga pekan silam dan menarik perhatian 1,2 juta orang. Fasilitas terbaru dari PT KAI? Sabar, ini bukan moda transportasi untuk mudik lebaran melainkan komposisi gitar orisinal Alip Ba Ta, 35 tahun, seorang YouTube sensation dan virtuoso otodidak nan fenomenal.

Kenapa bahas musik, apa sudah kehabisan topik? Sama sekali tidak. Sesekali menyoroti subkultur budaya layak juga untuk bahasan di tanggal 20 Ramadhan. Apalagi SKEMA adalah sebuah sketsa yang meneroka peristiwa happening di tengah publik dari positivisme sosiologi. Maka selain Alip, akan disinggung juga tentang Voice of Baceprot, tiga metal hijabers asal Garut yang imut-imut.

Kita mulai dari Alip, seorang sopir forklift bernama asli Alif Gustakhiyat. Sejak meluncurkan video pertama di kanal YouTube, 20 Juli 2018, yang mengaransir ulang lagu evergreen Sepanjang Jalan Kenangan, namanya langsung mendunia pada video ketiga (Super Mario Bros Theme). Jumlah pemirsa mencapai 5,9 juta! Prestasi mencengangkan bagi seorang nobody yang bermain di rumah kontrakan.

Penyebabnya dua hal. Pertama, Mario Bros adalah ikon subkultur universal generasi 90-an ketika komputer masih di awal pertumbuhan. Kedua, Alip mampu mereplika soundscape lagu asli yang bernuansa elektronik hanya dengan sebuah gitar akustik. Termasuk bunyi-bunyi ‘ajaib’–yang seharusnya mustahil keluar dari ‘gitar bolong’–namun mampu direproduksiAlip begitu mirip.

Pada lagu lainnya, Sweet Child O’ Mine–sebuah unofficial anthem generasi 80-an–Alip makin membuat mata dunia terbelalak. Dia borong peran lima musisi grup Guns’N’Roses di lagu aslinya yang menyajikan ritem gitar, bassline, lead gitar (solo), perkusi, dan melodi vokal, hanya melalui sepuluh jari tangannya secara bersamaan!

Pada lagu Hey Tayo, lagu kanak-kanak kondang K-Pop, Alip membuat keajaiban baru. Tangan kanannya memainkan gitar yang direbahkan di lantai, tangan kirinya memutar-mutar kubus Rubik, permainan tantangan mekanik ciptaan Guru Besar Arsitektur asal Hongaria, Ernő Rubik. Hebatnya, lagu Hey Tayodan tantangan Rubik diselesaikan bersamaan oleh Alip hanya dalam waktu satu menit! (Entah apakah ada pencatatan MURI Jaya Suprana atau Guinness World Record tentang prestasi Alip ini).

Karena tulisan ini bukan resensi musik, tiga contoh di atas sudah memadai untuk memberikan ilustrasi tentang kehebatan Alip. Sekarang kita bergeser pada ke sisi sosiologis dari ‘Alip Ba Ta Effect’ ini. Dimulai dari nama populernya yang kini dikenali jutaan warga dunia.

Alip cerdik. Alih-alih gunakan nama kelahiran Alif Gustakhiyat–tak sulit diucapkan orang Indonesia tapi bisa membuat lidah asing belibet mengucapkannya–dia guna nama yang lebih akrab di telinga muslim mancanegara sekaligus tak sulit diucapkan nonmuslim. Alip Ba Ta adalah tiga huruf pertama dari abjad Hijaiyah, aksara Arab. Mirip dengan “A, B, C” dalam alfabet Latin. (Alip adalah variasi lokal dari ‘alif’).

Alip juga menjadi virus penyebaran dua ekspresi dalam bahasa Indonesia. Nyaris semua reaktor (penonton yang membuat ulasan dalam video tanggapan, bukan hanya menulis di kolom komentar) menjadi akrab dengan frasa ‘kopi mana kopi’ dan ‘mantap!’. Di manapun mereka mereka tinggal, dari Brazil sampai Kanada, dari Italia sampai Korea, dua ekspresi itu selalu mereka ucapkan. (Alip bermain gitar dengan duduk bersila di lantai. Di dekatnya ada segelas kopi serta sebungkus rokok).

Dengan 5,4 juta follower aktif—bayangkan jika sepertiganya adalah penonton mancanegara yang tak bisa bahasa Indonesia—Alip membuat para glotizen ( global netizen) mulai akrab dalam bahasa Indonesia (para produsen kopi seharusnya menjadikan Alip Bata sebagai brand ambassador produk mereka!)

Namun yang lebih substansial dari itu, Alip adalah simbol kesederhanaan pribadi from zero to hero yang tak silau oleh stardom apalagi monetisasi konten. Dengan jumlah follower setinggi itu Social Blade—lembaga pemeringkat yang bermarkas di Raleigh, Carolina Utara, USA—memprediksi pendapatan Alip (September 2021) antara USD 3.200-USD 52.000 (Rp 45,5 juta-Rp 740 juta). Sedangkan pendapatan selama setahun antara USD 39.000-USD 623.400 (Rp 554,8 juta-Rp 8,8 miliar) dari 104 videonya sampai September.  (Per hari ini jumlah videonya 113 buah).

Apakah data ini valid? Wallahu a’lam.  Yang lebih penting dicermati adalah bagaimana penampilan Alip tetap sama seperti tiga tahun silam. Dia tidak mendadak jadi “sultan” atau “juragan konten” yang rajin flexing seperti gaya hidup sebagian milenial atau generasi stroberi ( strawberry generation).

Alip tetap rendah hati, tak banyak bicara, terus memproduksi video musik yang memperlihatkan skill kreatif-inovatif seakan tak ada habisnya. Tak heran musisi seperti Lee Wrathe sampai membuatkan scoring khusus untuk komposisi Last of The Mohicans yang dimain Alip. “Aransemennya luar biasa sehingga saya putuskan membuat aransemen latar musik orkestra standar film Hollywood yang megah kolosal,” ujar musisi Inggris dan brand ambassador gitar Ibanez serta Laney amp itu.

Gitaris Italia Andrea Pistilli yang menggelar resital bertajuk Andrea Pistilli & Friends di Rendano Theater, Cosenza, Oktober 2021, ikut menggamit Alip sebagai bintang tamu. Andrea membawakan lagu orisinal Alip berjudul Pagebluk di antara sederet repertoar musik klasik, jazz dan pop dunia—antara lain dari Pat Metheny dan The Beatles—yang dia aransemen ulang. Bayangkan!  Cuplikan video Alip memainkan Pagebluk pun ditampilkan di layar besar.

Bagaimana kisah Sepur Tua judul tulisan? Ini video teranyar Alip. Dia kembali mengenalkan kosa kata Indonesia kepada dunia melalui judul yang tak pretensius dan kebarat-baratan. Kepiawaiannya merekonstruksi bunyi membuatnya mampu menghasilkan bunyi lokomotif uap ‘ jus-gejas-gejus-gejas-gejus’ hanya dari dawai gitar. Puluhan musisi amatir dan profesional di berbagai negara sudah mengunggah video collab yang menampilkan mereka memainkan aneka alat musik mengiringi Sepur Tua. Menyenangkan melihat bagaimana media sosial menjadi penjembatan kreatifitas yang hangat, saling hormat, dan penuh martabat.

Selanjutnya, Vioce of Baceprot

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.