Seide.id – Sesekali, sering kali, atau lebih baik, jika hidup ini dinafasi dengan bertanya pada diri sendiri. Apakah kita mencintai dan setia dengan hidup ini, pasangan, atau profesi kita?
Bertanya itu baik agar kita hidup tidak sekadar hidup, tapi sadar diri, bahwa tujuan hidup kita untuk memahami dan memaknainya.
Sesungguhnya, jika kita mencintai dan setia dengan hidup ini. Hidup kita adalah semangat pembaruan diri untuk berubah ke arah yang baik, dan lebih baik lagi.
Ketika kita merasa hidup ini statis, baik dalam berpikir, berbicara, dan berperilaku berarti kita keliru dalam memaknai tujuan hidup ini.
Sesungguhnya, hidup itu semangat perubahan, ketika kita mencintai dan bertanggung jawab pada Allah yang anugerahi semua ini.
Bertanggung jawab agar kita tidak menyia-nyiakan anugerah Allah. Tapi kita diajak mengelola dan memaknai hidup ini melalui karya dan karsa agar berguna bagi sesama.
Begitu pula, jika kita mencintai dan setia pada pasangan hidup. Kesetiaan itu jadi bermakna, ketika dihidupi atau dinafasi dengan cinta. Artinya, ketika menikah, kita harus berubah untuk meninggalkan sifat dan kebiasaan buruk demi pasangan kita menuju arah hidup berumah tangga yang makin baik.
Intinya adalah, dengan semangat berkorban, kita setia dan komitmen dengan janji pernikahan. Dengan fondasi iman, kita membangun keluarga sejahtera yang bahagia.
Begitu juga, apa pun profesi kita, jika ditekuni dengan sepenuh hati, komitmen, dan setia, maka dijamin hasilnya lebih baik.
Sesungguhnya, hakikat hidup ini untuk melayani dan memberi yang baik pada sesama. Ketika kita melakukan semua itu dengan setia, semangat berkorban dan cinta, hidup ini makin bermakna.
Berjuanglah untuk setia agar kita bahagia.
…
Mas Redjo /RED-JOSS






