Seide.id, Pyongyang – Unik dan layak dicontoh, parade militer Korea Utara ini menampilkan para tentara yang berbaris dengan jas hazmat oranye dan tidak memertontonkan senjata nuklir. Bukan tidak mungkin, soal itu Korea Utara meniru Indonesia.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un , menghadiri parade militer yang diadakan di Lapangan Kim Il-sung, Pyongyang, untuk merayakan hari ulang tahun ke-73 negara tersebut.
Media pemerintah KCNA, pada Kamis (9/9/2021) memberitakan bahwa Korea Utara mengarak tentara tanpa rudal balistik di ibu kotanya. Jet-jet tempur terbang dalam beberapa formasi di atas parade tengah malam itu.
Menurut KCNA, beberapa senjata konvensional dipajang, termasuk beberapa peluncur roket dan traktor pembawa rudal anti-tank.
Namun, tak ada rudal balistik yang terlihat atau disebutkan dalam berita tersebut dan Kim Jong-un tidak menyampaikan pidato apa pun, tak seperti Oktober 2020 ketika dia sesumbar tentang kemampuan senjata nuklir negara itu dan memamerkan rudal balistik antarbenua.
Surat kabar Rodong Sinmun menerbitkan foto Kim Jong-un, mengenakan setelan krem, melambaikan tangan dari balkon ke arah pasukan dan penonton yang berkumpul.
Hal itu tidak seperti biasa. Biasanya pemerintah Korea Utara merayakan hari jadi negara tersebut secara besar-besaran. Mereka menampilkan ribuan tentara dan perangkat keras militer yang paling canggih dalam parade di Lapangan Kim Il-sung.
Nama lapangan itu diambil dari nama pendiri Korea Utara, yang juga nama kakek Kim Jong-un.
Stasiun TV pemerintah tidak menyiarkan cuplikan parade militer, termasuk pawai tentara mengenakan jas hazmat oranye. Parade malam hari sebelumnya tidak ditayangkan secara langsung, tetapi direkam dulu dan disiarkan tunda beberapa jam kemudian oleh stasiun TV yang sama.
Laporan KCNA muncul beberapa jam setelah pihak Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka memantau dengan cermat Korea Utara setelah mendeteksi tanda-tanda adanya parade militer.
KCNA memberitakan pula bahwa 5,7 juta angggota Pengawal Merah Buruh-Petani yang kuat ikut serta dalam pawai tersebut. Itu untuk kali pertama sejak 2013 Korea Utara menggelar parade dengan kekuatan yang diluncurkan sebagai tentara cadangan setelah Perang Korea 1950-1953.
Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, mengatakan bahwa anggapan tidak ada senjata strategis dan fokus ke pasukan keamanan publik menunjukkan fokus Kim Jong-un pada masalah domestik, yaitu Covid-19 dan ekonomi.
“Parade tampaknya dirancang secara ketat sebagai festival domestik yang bertujuan untuk mempromosikan persatuan nasional dan solidaritas rezim,” ucap Yang.
“Tidak ada senjata nuklir dan Kim tidak memberikan pesan saat berada di sana, yang dapat dimaksudkan untuk menjaga acara tetap rendah dan meninggalkan ruang untuk manuver untuk pembicaraan masa depan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan,” lanjut Yang.
Di tengah kebuntuan dalam diplomasi dengan AS, Kim Jong-un dan saudara perempuannya yang kuat, Kim Yo-jong, telah menekankan bahwa Korea Utara akan meningkatkan kemampuan pencegahan dan serangan pendahuluan nuklirnya sambil menuntut agar Washington DC meninggalkan kebijakan “bermusuhan” sebagai referensi untuk kebijakan AS dalam mempertahankan sanksinya dan menolak untuk menerima Korea Utara sebagai kekuatan nuklir. (Demos, kontributor)




