UNJECTED Aplikasi Kencan Khusus Bagi yang Antivaksin Covid-19!

Thompon

Shelby Thomson pencipta Unjected

Oleh ICAD M IRSYAAD

Seide.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam kesehatan dan keselamatan nyawa warga dunia, muncul aplikasi kencan dan sosial media bernama Unjected. Aplikasi ini belum lama dihapus dari App Store oleh karena dianggap asosial dan melanggar kebijakan tentang Covid-19 yang diterapkan App Store. Sebab, syarat bagi pengguna untuk menggunakan fitur dalam aplikasi ini adalah “tidak divaksin Covid-19”!

Aplikasi Unjected yang masih ditampilkan di Google Play Store

Aplikasi Unjected dibuat oleh Shelby Thomson dan Heather Pyle di Hawaii. Aplikasi ini mulai beroperasi pada bulan Mei lalu, di App Store dan Google Play Store. Pengguna aplikasi ini, dapat mencari pasangan kencan, penginapan, dan kesempatan bisnis, yang kesemuanya dapat diakses bagi yang tidak divaksin. 

Pembuat Unjected mengatakan bahwa aplikasi ini telah diunduh sebanyak 18.000 kali di seluruh dunia. Akan tetapi pada awal bulan Agustus lalu, Apple telah menghapus Unjected dari App store.  Aplikasi tersebut dihapus karena dianggap telah melanggar kebijakan Apple tentang Covid-19, berupa penyesatan informasi. 

Pada awalnya, Shelby Thomson terinspirasi dari ide bahwa adanya pembatasan akses dalam masyarakat bagi orang-orang yang tidak divaksinasi. Namun, banyak dari pengguna Unjected yang mempercayai teori vaccine shedding yang sudah terbantahkan bahwa seseorang yang divaksin dapat menularkan virus. 

Shelby Thomson mengatakan bahwa seseorang yang divaksin dalam kontak fisik dan hubungan intim seperti berciuman dan kontak langsung lainnya, sesuai teori vaccine shedding. berkemungkinan menularkan virus kepada pihak lain. Oleh karena itu Thomson merancang Unjected agar bisa dinikmati dan digunakan oleh pengguna aplikasinya yang menganut antivaksin.

Professor Stonehouse mengatakan bahwa vaksin modern, termasuk semua vaksin Covid-19, bukanlah vaksin hidup yang dilemahkan. “Seseorang yang divaksin Covid-19, dapat dipastikan tidak bisa menyebarkan organisme dalam vaksin dari orang ke orang. Dan vaccine shedding dalam konteks Covid-19 tidaklah mungkin terjadi,” tegas Professor Stonehouse.

Situs Unjected yang layak diwaspadai

Waspada Unjected Menularkan

Vaccine Shedding

Walaupun Unjected, telah dihapus dari App Store dan akun resminya telah diblokir oleh instagram, aplikasi ini masih dapat diunduh di Google Play Store. Thomson mengatakan bahwa ia akan lebih berfokus pada situs online Unjected, di mana ia memiliki kontrol yang lebih besar di sana. 

“Kita hanya sekumpulan orang-orang yang tidak goyah,” kata Thomson.

Sejauh ini Unjected telah berhasil memberi dampak pada gerakan onlinenya tersebut. Setidaknya, Unjected telah membuat Big Tech atau lima perusahaan Informasi dan teknologi terbesar di Amerika Serikat dengan berat hati terpaksa mentolerir informasi menyeleweng tentang Covid-19 yang ada di situs Unjected. Misalnya tentang pembuatan resor liburan di Zanzibar, khusus untuk orang-orang yang tidak divaksin dan disebut sebagai maskapai kebebasan.

Tentu dalam skala besar seperti itu Unjected dan pesertanya terlebih dulu harus berhadapan dengan pemerintah setempat. Oleh sebab itu pula sebuah acara musik di Inggris yang direncanakan akan digelar awal tahun ini khusus bagi yang tidak vaksin, gagal berlangsung karena kekurangan peminat.

Chloe Colliver dari institusi Dialog Strategis mengatakan bahwa untuk ke luar dari pemikiran dan pandangan ideologi kaum antivaksin tidaklah mudah. “Hal tersebut bukan hanya disebabkan karena kita dikelilingi oleh informasi sesat setiap harinya. Namun karena kita juga menjadi bagian dari kelompok sosial dan komunitas tersebut,” kata Colliver.

Masyarakat Indonesia, juga pemerintah, sudah selayaknya mewaspadai kehadiran aplikasi Unjected yang bukan tidak mungkin akan menularkan teori vaccine shedding.*

*Icad M Irsyaad, mahasiswa FIB Universitas Indonesia

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.