Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia yang baru

Anwar Ibrahim - PM Malaysia yang baru

Yang Dipertuan Agung Pemimpin Malaysia, Raja telah memberikan persetujuannya untuk menunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10.Terima kasih rakyat Malaysia yang terus sabar menanti. Saya tahu semua orang dan semua pihak cintakan negara ini dan mahukan yang terbaik, ” sambut tokoh opisisi yang kini memimpin negeri jiran itu di akun instagramnya.

Seide.id. – Anwar ibrahim, pemimpin oposisi Malaysia, yang lama berseteru dengan PM Mahathir Mohamad, disumpah sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru.

Pengangkatan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri Malaysia dilakukan setelah beberapa hari kebuntuan pasca-pemilu. Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menyetujui pengangkatan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri Malaysia ke-10.

Baik Anwar maupun kandidat lain, mantan PM Muhyiddin Yassin, tidak mendapatkan suara mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Saat ini, masih belum jelas dengan siapa partai pimpinan Anwar akan berkoalisi.

“Setelah mempertimbangkan pandangan Yang Dipertuan Agung Pemimpin Malaysia, Raja telah memberikan persetujuannya untuk menunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10,” sebut pernyataan dari Istana Negara pada, Kamis.

Koalisi yang dipimpin Anwar Ibrahim unggul dalam perolehan kursi parlemen namun tidak sampai mencapai ambang batas untuk bisa membentuk pemerintah.

Koalisi Pakatan Harapan pimpinan Anwar Ibrahim memperoleh 82 kursi parlemen, disusul Perikatan Nasional 73 kursi, sedangkan Barisan Nasional yang berkuasa merosot ke peringkat tiga dengan 30 kursi parlemen. Masih ada satu daerah pemilihan yang belum dihitung.

Adapun mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang mencalonkan diri pada usia 97, gagal mempertahankan kursinya di daerah pemilihan Langkawi.

Jumlah kursi parlemen Malaysia yang diperebutkan dalam pemilu adalah 222. Namun pemilihan di satu daerah pemilihan ditunda ke tanggal 7 Desember menyusul kematian seorang kandidat. Dengan demikian total kursi parlemen yang diperebutkan kemarin adalah 221.

Koalisi parpol harus memenangkan setidaknya 112 kursi untuk membentuk pemerintah, dan menunjuk perdana menteri. Tapi karena ada penundaan di satu daerah pemilihan, maka koalisi minimal harus mendapat 111 kursi. – BBC/dms

Dengan hasil itu, maka koalisi-koalisi yang unggul dalam perolehan suara harus berusaha menggandeng koalisi lain atau partai-partai lain.

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengaku koalisinya, Pakatan Harapan (PH), berhasil mengumpulkan cukup suara untuk membentuk pemerintah baru, tanpa menjabarkan siapa-siapa saja yang digandeng.

“Kita telah mencapai angka 111, 112,” katanya dalam jumpa pers di Subang Jaya pada Minggu dini hari (20/11).

Negosiasi alot berjalan selama lima hari, paskapemilu, untuk mencapai kesepakatan tentang pemerintahan baru, di mana berbagai kombinasi partai dan bentuk aliansi dibahas, dan kemudian ditolak.

Banyak pemimpin politik memiliki perbedaan pribadi dan ideologis, sehingga sulit untuk menemukan satu suara.

Pada akhirnya keputusan diambil oleh Raja Abdullah, yang lalu memanggil semua pemimpin ke istana dan menemukan titik temu yang memadai.

Tidak jelas bentuk pemerintahan baru nanti; apakah koalisi formal partai, pemerintahan partai minoritas, atau pemerintahan yang menyatukan semua partai utama. – BBC/dms

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.