Kematian tiga tokoh bursa karipto dianggap misterius karena meninggal dalam kondisi bugar dan mendadak. Bahkan banyak yang menyebut misterius. Tapi, bukankah hidup juga penuh hal misterius ( Foto: VOI)
Baru saja ada kabar mengagetkan. Kepala Bursa Kripto Libertex Vyacheslav Taran, meninggal dalam kecelakaan helikopter di Prancis. Meninggalnya Taran, merupakan kematian ketiga yang mengguncang dunia kripto dalam beberapa minggu terakhir. Sebelumnya, Tiantian Kullander dari Amber Group dan Nikolai Mushegian dari MakerDao. Ketiganya tokoh kripto masa kini. Mereka meninggal secara misterius dan mengagetkan.
Pilot Berpengalaman
Miliarder Rusia Vyacheslav Taran, presiden Libertex Group dan pendiri Forex Club, meninggal pada 25 November dalam kecelakaan helikopter di Prancis saat dalam perjalanan dari Lausanne, Swiss ke Monako. Dia baru berusia 53 tahun. Masih segar adan bersemangat. Pilot helikopter, satu-satunya orang di dalam pesawat itu, juga tewas. Dia seorang pilot berpengalaman dengan jam terbang tinggi.
Taran, mendirikan bursa perdagangan valas ( valuta asing) bernama Klub Forex di rusia pada 1997. Klub ini termasuk salah satu dari tiga bursa ternama di rusia. Sayang, bank sentral rusia menutupnya, yang kemudian berlanjut pada beberapa bursa lain pada Desember 2018. Kebanyakan terkena pinalti soal pendaftaran bisnis mereka. Fru Forex Club beroperasi di lebih dari 100 negara.
Libertex beridri pada 2012 sebagai bagian dari Grup Klub Forex dan terdaftara di Siprus. Platform ini menawarkan berbagai produk keuangan, termasuk cryptocurrency dan penambangan kripto. Kematian Taran dikait-kaitkan dengan dompet kripto bernama YouHolder serta aplikasi kartu Wirex.
Taran tercatat sebagai pendiri yayasan amal Change One Life, yang memberikan bantuan kepada anak yatim piatu dan keluarga angkat Rusia. Taran menjadi eksekutif kripto ktiga yang meninggal secara mendadak minggu-minggu ini. Sebelumnya, pendiri Amber Group, Tinatian Kuliander juga meninggal pada 23 Nopember saat tidur pada usia 30 tahun.
Hal Misterius
Pendiri Maker DAO, Nikolai Mushegian, tenggelarm di Puerto Rico pada 29 Oktober kemarin pada usia 29 tahun. Kematian Taran menimbulkan beberapa spekulasi di media dengan hal-hal misterius.
Kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa Taran sedang diselidiki; Itu terjadi dalam kondisi cuaca yang baik dengan pilot yang berpengalaman. Menurut France Bleu, ada penumpang kedua telah dipesan untuk penerbangan tersebut tetapi dibatalkan pada menit terakhir. Ada apa ? Itu yang sedang diselidiki.
Ada tuduhan bahwa Taran memiliki kontak khusus dengan intelejen Rusia. Hal ini dibanth isterinya, Olga dalam sebuah postingan Olga di Instagram. Sebaliknya Olga menyebut Taran, suaminya justru mendirikan organisasi amal untuk anak-anak Ukrania pada 2014. Ia juga terlibat dalam pendirian Pristanieste.me dalam upaya membantu pengungsi Ukrania di Montenegro.
Kantor berita Ukraina, Unian, menuduh bahwa Taran memiliki hubungan dengan intelijen Rusia, tetapi istri Taran, Olga, membantah keras klaim tersebut dalam postingan Instagram. Dia juga menunjukkan bahwa Taran mendirikan organisasi amal untuk anak-anak Ukraina pada tahun 2014 dan terlibat dalam pendirian Pristaniste.me untuk membantu pengungsi Ukraina di Montenegro.
Sumber CoinTelegraph
Bursa Kripto Besar FTX Mendadak Runtuh
Ini Penyebab Utama Bursa FTX Bangkrut
CryptoNews: Peretasan Semakin Marak. Bursa Kripto Nyaris Tak Berdaya






