Berkorban

Berkorban

Berkorban, tak harus menjadi korban. Justru berkorban di zaman sekarang adalah sikap untuk membantu demi manfaat orang banyak.

Berkorban, tak harus berhubungan dengan nyawa seseorang. Dalam banyak istilah, rela atau mau berkorban adalah sikap dan perilaku seseorang yang sanggup dan mau mengorbankan sesuatu untuk kepentingan orang lain, masyarakat, bangsa, atau negara. Ini bisa berupa waktu, tenaga, materi, dan lain sebagainya.

Banyak orang yang rela mengorbankan dirinya menyelamatkan sebuah mobil berisi satu jkeluarga, tatkala terjadi banjir bandang di Cianjur. Orang-orang yang membantu itu serta merta tidak menjadi korban melainkan merelakan dirinya membantu korban yang berada dalam mobil tersebut. Ketika mobil berhasil diselamatkan, tak ada korban apapun. Semuanya justru selamat. Korban yang berada dalam mobil selamat dari hanyut bersama mobil. Sementara orang-orang yang menyelamatkan hanya rela menembuh bahaya, waktu dan tenaga untuk menyelamatkan orang lain. Mengorbankan dalam hal ini justru menghasilkan manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar.

Berapa banyak dari kita yang rela berkorban setiap hari ? Berapa banyak dari kita yang rela menyediakan diri untuk manfaat orang lain. 

Dalam sikap berkorban, kebanyakan kita selalu memilih. Memilih kelompoknya sendiri, memilih ornag-orang yang dikenal, satu suku maupun suku agama. Padahal, berkorban itu berhubungan dengan kemanusiaan. 

Seorang isterl merelakan suaminya rela berjuang demi negara. Seoang isteri merelakan dirinya bekrja serabutan demi masa depan anak-anaknya,  Saya mengenal beberapa perempuan yang setiap hari sibuk bekerja dari pagi hingga malam hanya agar anaknya bisa sekolah hingga universitas. Heibatnya, para perempuan ini tidak measa menjadi korban. Mereka justru bangga hanya mengorbankan waktu,, tenaga dan pikiran untuk kebahagiaan dan kehidupan ebih baik anak-anak mereka.

Tetapi, memang tidak semua orang seperti suami yang pergi berperang, bekerja siang malam demi keluarga atau rela menjadi Ketua RT demi kelanaran hidup lingkungannya. 

Banyak orang merasa tidak perlu berkorban sebab kata korban dianggap sebuah kerugian. Jika tidak memahami kerelaan berkorban demi manfaat orang lain, maka menjadi pengurus RT, RW atau petugas gereja dan masjid atau bahkan rela mengbadi di sebuah kraton modern tanpa upah layah, merupakan ekspresi untuk manfaat banyak orang 

Ini yang tak dipahami banyak orang 

Tetapi bagi yang sudah mengenal Yohanes, tokoh dalam keagamaan, pernyataannya sungguh menggugah makna pengorbanan. “ Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Pengorbanan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk orang yang kita sayangi, kita cinta, dan berarti dalam hidup banyak orang. “

Kita diberi kesempatan setiap hari untuk mengorbankan keinginan dan kebutuhan kita sendiri untuk manfaat orang lain. Dalam berkorban seseorang bisa memberikan sumbangsih dan kontribusi yang positif bagi masyarakat.

Orang-orang rela berkorban biasanya memiliki latar belakang pendidikan, budaya, pengalaman pribadi, lihgkungan sosial, dan keyakinan yang kuat akan makna berkorban. 

Orang-orang yang melihat berkorban mendatangkan manfaat dan kebahagiaan orang lain memiliki ciri-ciri siakp berkorban, semgantg kebersamaan, kemauan berbagi, sikap toleransi, semangat membantu dan menginginkan kebahagiaan bersama. 

Sudahkan kita memiliki kerelaan berkorban demi manfaat orang lain ?

Warga Indonesia Jadi Korban Gempa di Turki, Ada Ratusan WNI di Sekitar Lokasi

Merabuk Kasih Sayang Dengan Semangat Berkorban

Lima Kripto Saja

Triliunan Buat Penelitian, Petani Tetap Miskin

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.