Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan belasungkawa dan keprihatinan terhadap gempa yang terjadi di Turki dan Suriah. (foto: SetpresRI)
Seide.id – Pemerintah Indonesia segera menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Turki, demi membantu para korban gempa di negara tersebut. Presiden Joko Widodo memastikan, saat ini sejumlah kementerian seperti misalnya Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan, tengah berkoordinasi untuk menyiapkan bantuan yang akan dikirim ke negerinya Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.
“Hati dan doa kami bersama keluarga dan korban. Indonesia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Turki dan Suriah,” tulis Presiden Jokowi di akun media sosialnya.
Rasa duka cita yang sama disampaikan Kementerian Luar Negeri RI, yang juga membagikan hotline KBRI Damaskus dan KBRI Ankara untuk menampung laporan adanya korban.
Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, sebelumnya telah menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan tahap satu untuk membantu korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8, yang mengguncang bagian selatan Turki, sudah disalurkan pada Senin, 6 Februari 2023 kemarin.
Doa & harapan yang sama juga kami sampaikan kepada rakyat Suriah. Duka cita terdalam kami atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan akibat gempa bumi di Suriah utara. Solidaritas Indonesia senantiasa bersama rakyat Suriah.
Hingga berita ini diturunkan, KBRI Ankara mengatakan tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban jiwa gempa di Turki-Suriah. “Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia,” tulis pernyataan di situs kemenlu.go.id (07/02).
WHO perkirakan jumlah korban gempa akan bertambah
Situasi terkini setelah gempa 7,8 pada skala richter yang mengguncang Turki dan Suriah dan menewaskan setidaknya 3.700 orang menjadi topik utama dalam Dunia Hari Ini.
Namun, tercatat ada tiga orang warga Indonesia yang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit.
“Sejauh ini dari sekitar 500 WNI di sekitar lokasi, tiga orang terluka dan sudah ditangani di rumah sakit terdekat,” demikian pernyataan resmi KBRI Ankara.
Sejumlah warga Indonesia di Kahramanmaras, yang menjadi lokasi pusat gempa di Turki, harus mengungsi karena apartemen mereka rusak parah.
KBRI Ankara mengatakan pihaknya sedang mengupayakan rumah penampungan sementara bagi warga Indonesia yang terdampak, sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat.
Berbagai bentuk bantuan mulai mengalir dari berbagai penjuru dunia untuk meringankan beban Turki dan Suriah, setelah gempa dengan magnitudo 7,8 mengguncang kedua kawasan itu kemarin (06/02).
– ABCNews/dms






