Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Seide.id – Di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 30-40% wanita dan 13% pria berisiko mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Itu berarti ada lebih dari 200 juta orang wanita yang menderita osteoporosis dan angka ini diperkirakan akan meningkat terus.

Osteoporosis merupakan kondisi dimana massa tulang sudah amat berkurang dari semestinya. Begitu juga dengan kekuatannya, bahkan sudah sampai pada ambang patah tulang.

Penggerogotan massa tulang dipengaruhi banyak hal. Pertama, pada wanita faktor utamanya adalah menurunnya produksi hormon estrogen. Tak heran jika wanita jauh lebih besar risikonya terkena patah tulang.

Di beberapa negara bahkan disebutkan 2 dari 3 wanita berusia 70 tahun mengalami patah tulang karena osteoproris.

Faktor berikut adalah kurangnya asupan kalsium yang memicu terjadinya osteoporosis. Terungkap bahwa wanita Indonesia rata-rata hanya mengkonsumsi 254 miligram kalsium per hari.

Angka ini jelas sangat jauh tertinggal dari kebutuhan yang harus dipenuhi, yakni sebesar 1.000 miligram.

Padahal, selain untuk menopang tulang, kalsium juga sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan fungsi semua organ. Perlu digarisbawahi pula, kalsium tidak diproduksi dalam tubuh manusia.

Itu sebabnya, tiap individu harus mendapat asupan dari luar. Asupan ini nantinya akan disimpan dalam tulang dan gigi. Penyimpanannya pun harus ditumpuk sedemikian rupa dari masa kecil dan akan mengalami kondisi puncak di usia 30 tahun. Melewati usia ini, akan mulai menurun.

Pada wanita yang sedang hamil, kalsium yang ada dalam tubuhnya akan terpakai oleh janinnya. Begitu juga ibu menyusui, simpanan kalsium dalam tulang dan gigi-geliginya akan diserap oleh si bayi saat menyusu.

Nah, simpanan kalsium yang terpakai ini semestinya diganti dengan asupan baru yang jumlahnya harus lebih banyak dari kebutuhan normal. Mengapa? Karena kalsium bukan cuma penting untuk si ibu, melainkan juga amat dibutuhkan bayinya.

Mengingat asupan kalsium terkait erat dengan makanan yang dikonsumsi, perhatikan betul berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium cukup banyak.

Di antaranya susu, produk-produk turunan dari susu, seperti yoghurt dan keju. Begitu juga beberapa jenis ikan yang bisa dimakan bersama dengan tulangnya, seperti ikan teri dan sarden. Serta jenis kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah dan sebagainya, serta sayur-sayuran hijau.

Dari ragam makanan tadi, ada sumber kalsium terbaik berdasarkan aspek kualitas maupun kuantitasnya. Dari aspek kuantitas atau jumlah, susu merupakan sumber makanan yang paling banyak mengandung kalsium.

Begitu juga dari aspek kualitas. Jika dibandingkan dengan jenis makanan lainnya, susu paling unggul dalam soal kualitas. Selain paling mudah diserap oleh tubuh dan dimanfaatkan tulang. Tak heran kalau dari sekian beragam makanan, susulah yang paling mudah diserap, hingga mudah terserap sekaligus digunakan tulang.

Untuk mencegah osteoporosis, asupan kalsium yang cukup harus betul-betul diperhatikan. Selain makanan, senam teratur dan terukur serta aktivitas beban pun perlu dilakukan.

Kadar hormon estrogen pun perlu dipantau apakah dalam batas normal/mencukupi atau tidak. Juga usahakan mendapat sinar matahari yang cukup. Pasalnya, sinar mentari mengandung ultraviolet B, yang bila mengenai kulit akan diproses menjadi vitamin D yang sangat berfungsi bagi tubuh dan kesehatan tulang. (Puspayanti – nakita)

About Gunawan Wibisono

Dahulu di majalah Remaja Hai. Salah satu pendiri tab. Monitor, maj. Senang, maj. Angkasa, tab. Bintang Indonesia, tab. Fantasi. Penulis rutin PD2 di Facebook. Tinggal di Bogor.