FBI Buka Dokumen Serangan 11 Sepember 2001. Hasilnya?

Seide.id- Biro Investigasi Federal (FBI) akhirnya membuka dokumen berisi 16 halaman yang selama ini dikategorikan sebagai–rahasia.

Dokumen itu membeberkan tentang dukungan logistik –sejumlah dana- yang disediakan bagi 2 pelaku pembajak pesawat yang menyerang Menara Kembar, WTC, 11 September 2001.

Dokumen yang dibuka hari Sabtu, 11 Sepember 2021, kemarin, merinci kontak-kontak yang dilakukan oleh dua pelaku yang berwarganegara Arab, dengan sejumlah warga Arab yang tinggal di Amerika Serikat, namun tidak ada bukti yang menghubungkan bahwa pemerintah Saudi Arabia terlibat dalam aksi menyerangan itu.

Ini adalah dokumen hasil investigasi soal pembajakan pesawat 11 September 2001 yang pertama kali dibuka bagi masyarakat umum, atas perintah presiden Joe Biden, setelah selama 20 tahun tersimpan rapi jauh dari jangkauan publik.

Tekanan pada presiden

Presiden Joe Biden selama bebebrapa minggu terakhir mendapat tekanan keras dari keluarga korban WTC yang berjumlah hampir 3.000 orang, agar mengajukan tuntutan pada pejabat senior Saudi Arabia karena terlbat dalam aksi serangan.

Spekulasi memang sempat berkembang liar, mengingat 15 dari 19 orang pembajak adalah warga Saudi, dan Osama bin Laden sendiri sebagai pentolan al-Qaeda masih tergolong anggota keluarga kerajaan yang terpandang.

Pihak Arab sendiri sudah lama membantah soal keterlibatan ini, malah, Rabu 8/9, pihak Kedutaan Saudi Arabia mendukung penuh agar dokumen itu dibuka, dan menyebut sebagai “satu-satunya cara agar tuduhan (keterlibatan) pada pihak Kerajaan yang tak berdasar itu bisa diakhiri, sekali dan untuk selamanya”

Kerajaan Arab Saudi menyatakan tuduhan selama ini yang menyatakan pemerintah Arab Saudi turut terlibat dalam serangan teror 9/11 adalah tuduhan yang tidak berdasar.

Pemerintah Arab membantah telah mengirimkan sejumlah dana untuk 2 pembajak,
Khalid al-Mihdhar, kiri dan Nawaf al-Hazmi

Perintah Eksekutif

Joe Biden minggu lalu telah memerintahkan Departemen Kehakiman dan juga instansi terkait, untuk memantau isi dokumen itu dan hasilnya agar diumumkan enam bulan kemudian.

Dokumen 16 halaman ini dikeluarkan hanya beberapa jam sebelum presiden menghadiri upacara peringatan serangan 11 September di ground-zero, New York.

Tekanan para keluarga korban pada presiden, yang sebelumnya meminta agar ia tidak usah hadir (dalam upacara) bila dokumen itu tidak dikeluarkan, agaknya berhasil melunakkan sikap Joe Biden.

“Hari ini, saya menandatangani perintah eksekutif untuk meminta Kementerian Kehakiman dan badan terkait lainnya untuk memantau deklasifikasi dokumen terkait penyelidikan Biro Investigasi Federal atas peristiwa 11 September,” kata Biden seperti dikutip AFP.

Tak terlibat

Sputnik, Minggu 12 September 2021, melaporkan, dokumen rahasia pertama yang dibuka tersebut adalah hasil investigasi FBI dalam Operation Encore berupa wawancara dengan fasilitator pembajak 9/11 Omar Al Bayoumi dan Fahad Al Thumairy.

Mereka berdua yang memberi sokongan kepada pembajak Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Midhar.

Bayoumi dikatakan punya hubungan dengan Osama Bassman, orang yang ditengarai kenal dengan keluarga Bin Laden dan membina komunikasi dengan mereka.

Disebutkan Thumairy bekerja sebagai pegawai administrasi kantor konsulat Arab di Los Angeles. Dia dimintai keterangan oleh FBI terkait pengadaan logistik yang signifikan untuk menyokong pembajak 9/11.

Meskipun dokumen tersebut menjelaskan berbagai macam kontak yang dimiliki dua pembajak 9/11 dengan rekanan Arab Saudi di AS, dokumen tersebut tidak menunjukkan bukti pemerintah Arab Saudi terlibat. (gun)

About Gunawan Wibisono

Dahulu di majalah Remaja Hai. Salah satu pendiri tab. Monitor, maj. Senang, maj. Angkasa, tab. Bintang Indonesia, tab. Fantasi. Penulis rutin PD2 di Facebook. Tinggal di Bogor.