Harga Naik Tanda Kondisi Ekonomi Sedang Tidak Baik. Adakah Ini Tanda Inflasi Tiba ?

Harga Naik Tanda Kondisi Ekonomi Sedang Tidak Baik Adakah Ini Tanda Inflasi Tiba ?

Sejak sebulan ini isu tentang inflasi, terutama nilai dolar yang menurun jiga dibelanjakan, telah banyak diketahui, namun tidak semua siap menghadapi, jika tiba. ( Foto: DetikNews)

Hatanarga-harga semakin tinggi dan kemungkinan makin tak terkendali. Nilai dolar dari Rp 15,000, turun menjadi Rp 12,000 saat dibelanjakan. Harga telur dari Rp 27,000 menjadi Rp 32,000. Orang Amerika yang bergaji sebulan di bawah Rp 30 juta, uangnya habis sebelum berganti bulan. Subsidi Pertalite akan diacabut diganti dengan uang tunai. Betulkan ini semua tanda-tanda inflasi sudah dekat ? 

Inflasi Sudah Tiba

Sudah lama inflasi mestinya terjadi. Inflasi telah naik 7%, bahkan pernah 9,1%, tertinggi dibanding tahun 1980 yang pernah terjadi. Pemerintah Amerika, melalui the Fed selalu menaikkan suku bunga tinggi untuk menahan inflasi. Para ekonom Amerika menahan harga barang kebutuhan, agar tidak jatuh menjadi inflasi. Jika terjadi, ini inflasi paling mengerikan di Amerika dan beberapa negara dunia. 

Harga saham turun. Aset kripto merosot terus. Minyak naik karena kelangkaan. Selama 100 tahun terakhir, saham merosot 37%. Dalam 8 bulan ke depan, banyak orang akan lebih miskin daripada sebelumnya. Para investor kelas paus, menjual saham dan aset kripto, sebagian karena tak percaya pada apa yang akan terjadi. Banyak pengamat menyebut satu hal yang menakutkan: inflasi kali ini bisa tidak terkontrol.

Sejarah mencatat, inflasi sering berlangsung selama 2,5 tahun. Pandemi yang merontokkan segala sendiri usaha manusia – kecuali kesehatan- berlangsung selama 2,5 tahun. Ini juga inflasi bentuk lain ketika orang tak mampu menggerakkan ekonomi. 

Pandemi – Perang- Inflasi

Inflasi atau krisis ekonomi saat ini terjadi di masa yang buruk. Pekerjaan sulit didapat. Produksi menghasilkan banyak produk, namun penjualan seret. Pangan juga menurun. Kebebasan manusia pekerja terbatas dengan adanya pandemi yang masih berlangsung yang mengancam kesehatan manusia. 

Nun di sana, Rusia asyik berperang dengan Ukrania. Mereka akan terus berperang, selama itu menguntungkan mereka. Kabarnya, Rusia untung delapan ratus triliun sehari. Begitu juga Ukrania yang di saat perang masih asyik mengekspor bermacan keperluan komoditas ke berbagai negara. 

Kini, Amerika sedang menyalakan api peperangan. Memprovokasi Taiwan dan menyulut kemarahan China yang saat ini memiliki persenjataan dan pasukan terkuat di dunia. Jika Amerika nekat membuat China marah, ini perang yang tak dikehendaki siapapun dan sangat membuang energi dan waktu, memeprparah ekonomi.

Bersiap Menghadapi Kemungkinan

Melihat data dan tanda-tanda inflasi benar-benar  akan tiba, setiap orang, sebaiknya berjaga-jaga dari kemungkinan. Semua orang layak melakukannya. 

Jika anda seorang pekerja atau karyawan, ciptakan pekerjaan lain, selain yang saat ini anda kerjakan untuk orang lain. Bekerjalah untuk diri anda sendiri. Bisa dengan membuka bisnis online, pesan antara makanan atau melayani berbagai jasa. Jika anda pengusaha pertanian, peternakan, perikanan atau kehutanan, garap lahan-lahan menganggur untuk hasil yang kreatif. Berdayakan petani dan lingkungan. Ketahanan pangan ini nanti akan booming, dan masanya jadi duit besar.  

Jika anda punya uang, tarulah di tempat berbeda; dijadikan emas, peran, belikan saham yang aman, kripto yang stablil dan pastikan, saat anda membutuhkan, tak memerlukan proses ribet. 

Jika inflasi datang, yang terkena dulu Amerika dan negara besar seperti Jerman, Inggris dan Australia. Indonesia masih mampu bertahan berkat kinerja yang baik dan keuangan fundamental yang kuat. Tetapi dampai dan riak kecil tetap akan menimpa kita. 

Emas, Saham dan Kripto

Saham potensi seperti solar energi, kesehatan, laser, tenaga surya, blockchain. Banyak bursa saham dan kripto akan turun drastis harganya. Bahkan ada yagn meramal seperti CEO Bank India, akan hilang nilainya. 

Sayangnya saya tidak tahu persis aset kripto mana yang akan hilang atau akan naik. Mungkin semua pengamat dan investor juga tidak tahu. Ini sesuatu yang baru untuk kripto. Tapi sejak 13 tahun lalu, kita bisa belajar bahwa harga Bitcoin pernah hampir hilang nilai dan harganya, tapi masih bisa naik kembali.  

Situasi buruk saat ini belum pernah terjadi di dunia manapun berkaitan dengan cryptocurrency. Tergantung anda apakah akan menjual sebagian atau seluruh aset kripto anda, meski rugi.  Atau mempertahankan aset kripto dengan catatan, anda harus rela jika aset anda hilang semua. Toh anda sudah rugi. 

Kabar baiknya, jika kejadian inflas ini hanya pijakan sementara untuk mendudukkan aset kripto ke angkasa, anda yang tetap memegang aset kripto akan memperoleh keuntungan mendadak. Ini bukan nasihat investasi, tetapi jika anda nekad, mungkin lenij selamat daripada mereka uyang tidak melakukan apapun, tidak siap apapun.

Kesimpulan :

  1. Persiapkan diri anda dengan membuka peluang bisnis mandiri yang bisa anda kerjakan untuk penambahan pemasukan anda.
  2. Jika anda punya dolar di bank, segera ambil, tukarkan emas, saham dan aset kripto, serta membuka usaha ritel online atau pertanian. 
  3. Jikapun anda masih menyimpan aset kripto atau saham, maka apapun tindakan anda, harus rela untuk kehilangan atau memperoleh manfaat dari kenaikan harga kelak.

Tak ada yang tahu, seperti apa badai ekonomi yang menerjang Amerika dan beberapa negara lain. Ini bukan nasihat investasi untuk diikuti, tetapi kebijakan anda diperlukan di saat gelegar ekonomi dunia terjadi. 

BACAAN LAIN

Bisnis Yang Menakuti Orang : Perang !

Bisnis Yang Menakuti Orang : Operasi dan Menginap Di Rumah Sakit

Kripto Sebentar Lagi Menjadi Prioritas Utama Untuk Menghubungkan Mata Uang Digital dan Bisnis Lain

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.