Seide.id – Tidak semua makanan, meski jenis bahan yang dimakan sama, dinilai aman bagi tubuh. Bagaimana bahan makanan tersebut dibudidaya, diternak, dipupuk, dipestisida, diberi pakan, disembelih, dan didistribusi, belum semuanya aman. Dan juga belum tentu menyehatkan.
Sama-sama gado-gado, misalnya, betul bernutrisi, tetapi belum tentu juga sama bersihnya, atau sama aman semua bahan bakunya.
Sayur-mayurnya apakah organik dan dipupuk kimia ? Kacang tanahnya sudahkah busuk oleh kapang sehingga mengandung “aflatoxin”, pencetus kanker hati ? Tahu dan terasinya apa tidak dicampur formalin ? Warna kesumba kerupuknya apa bukan pewarna tekstil “rhodamin B” yang bisa menjadi pencetus kanker juga ? Masyarakat kita masih dikepung oleh itu semua, tanpa mereka mengetahui, apalagi menyadarinya.
“Foodborne disease”, penyakit yang ditularkan lewat makanan, masih menjadi beban pemerintah/ negara dengan sanitasi buruk, dan standar kebersihan perorangan yang belum tinggi. Lebih 10 jenis penyebab diare mengancam masyarakat kita, bahkan d kota besar sekalipun, dari makanan dan minuman tercemar.
Kalangan kelas menengah kita pun, yang makan siang di kedai/warung makan dan restoran, diragukan bukan saja nilai gizi dan kebersihannya, terlebih apakah aman sebagai menu. Taruhlah mereka bisa memilih yang lebih higienis, tetapi bagaimana minyak gorengnya, seberapa dituangkan penyedapnya, dan seberapa asin, yang bila tidak menyehatkan dapat mencetuskan penyakit juga. Darah tinggi di kita, misalnya, lebih karena asupan garam dapur melebihi kebutuhan tubuh.
Menu tergolong tidak aman bila kurang steril, tercemar bibit penyakit lewat limbah dapur, atau tangan penjaja (“food handler”) karena disajikan pakai tangan. Buah dingin dijajakan rata-rata tercemar kuman “coli” dari air kali (sungai). Masih untung perut orang kita kebanyakan kebal, saking sering mengkonsumsi pangan tercemar.
Orang Singapura, terlebih Eropa yang perutnya steril, air minum kita saja berisiko bikin mereka mencret, apalagi makan ketoprak atau rujak cingur yang disajikan secara sembarangan.
Investigasi Badan Pengawas Obat dan Makanan belakangan ini masih menemukan bahan berbahaya dalam makanan dan bahan makanan yang dijual di pasar. Mie, kikil, tahu, bakso, ikan laut, ayam tiren (mati kemaren), bahkan bubur ayam pun dicampur kimia pengental yang tak aman. Ikan asin disemprot obat nyamuk, sementara es batu dibuat dari air kali (sungai) tanpa dimasak.
Jadi, meski jenis bahan yang dimakan sama, belum tentu dinilai aman bagi tubuh.
Salam sehat,
Dr Handrawan Nadesul






