Di tengah perjalanan darat yang tidak mudah, Presiden Joko Widodo mencoba menemui dua pemimpin negara yang tengah berseteru, Ukrania dan Rusia.
Ada tiga anak lelaki yang selalu bermain di Gazebo Merah Putih di wilayah Residence One, BSD. Mereka memandang sepeda kecil yang diletakkan Ketua RT di sana, agar anak-anak bisa belajar naik sepeda. Setelah beberapa jam memandang sepeda itu, salah seorang nekad memegang sepeda itu. Tak lama ia mencoba menaiki sepeda roda dua itu dan jatuh. Saat jatuh, anak usia 5 tahun ini menahan rasa sakit dan dua temannya tertawa.
Anak yang jatuh itu telah merasakan peristiwa yang akan diingat sepanjang hidupnya tentang pengalaman naik sepeda. Dua lainnya tidak karena tak berani melakukannya.
Mencoba Tantangan
Menjelang remaja, ada seorang yang saya kagumi. Namanya Wahyu. Dijuluki Lunglit ( Balung Kulit), karena kurus. Badannya persis tulang pembungkus kulit. Ia menjadi objek ejekan, bahkan perundungan setiap masa istirahat sekolah. Wahyu menyadari hal itu biasa saja baginya.
Suatu kali, ada seorang cewek baru di sekolah. Cewek itu datang 8 menit menjelang sekolah masuk. Serombongan anak-anak pria, termasuk Wahyu Lunglit, berdiri di depan pintu masuk sekolah. Semua memandang cewek baru itu, menggodanya, tapi tak ada yang berani mendekat. Maklum anak SMP. Sementara si cewek ayu itu menunduk sembari berjalan mencari sebuah ruang.
BACA : KETIKA PARA PENULIS MELAWAN RAKSASA GOOGLE
Seperti biasa, Lunglit jadi bulan-bulanan. Ia didorong-dorong ke arah cewek itu. Mau tak mau ia menuju cewek itu. Lunglit dan cewek itu bercakap-cakap dan cewek itu tersenyum pada Lunglit, lalu berjalan menuju kantor Kepala Sekolah. Tak lupa, sambil menoleh ke Lunglit, sembari tersenyum
Semua teman-temannya bertanya, apa yang dibicarakan dengan cewek itu. Hingga sekarang, tak ada satupun temannya yang tahu rahasia senyum cewek baru itu pada Lunglit. Hanya Lunglit yang tahu, sebab hanya dia yang berani menghadapi “ tantangan” mendekati cewek itu.
Perjalanan Yang Berbahaya
Perjalanan Berbahaya
Usai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukrania, beberapa media dengan nyinyir memberitakan bahwa konon Presiden Ukrania, tak pernah titip sesuatu untuk Presiden Rusia. Mereka bertanya apa hasilnya jika benar Presiden Ukrania tidak titip sesuatu kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
BACA JUGA : PENULIS SOK TAHU
Untuk diketahui, Perjalanan Jokowi naik keretaapi di tengah hilir mudik roket, pesawat tempur dan bom yang siap jatuh di beberapa wilayah peperangan. Perjalanan itu bukan pekerjaan mudah. Tidak semua presiden berani melakukan perjalanan nekad hanya untuk mencoba mendamaikan pertikaian antara dua negara Rusia-Ukrania. Apa hasilnya ?
Cinta Kedamaian
Ada 169 Presiden di seluruh dunia ini, namun hanya seorang Jokowi yang berani melakukan itu. Tak penting seperti apa hasilnya, sebab sepintar-pintar pendamai, kedamaian hanya bisa dicapai jika ada dua orang mencintai kedamaian.
Presiden Joko Widodo membawa perdamaian untuk Ukrania dan Rusia. Apakah Rusia atau Ukrania atau keduanya memiliki niat berdamai ? Hanya mereka yang tahu. Tapi mencoba sesuatu yang tak dilakukan orang lain dalam upaya menjembatani perdamaian antara dua negara di antara 169 kepala negara di jagad raya ini, semua orang tahu. Hanya Jokowi yang berani melakukannya. Dan itu penting untuk dicatat.
Berhasil atau tidak, tak ada yang tahu, sampai seseorang mencobanya. Jokowi tengah mencoba jalan itu.
Shirley, Ketika Penulis Nyaris ‘Mati’ Mencari Inspirasi
Joko Widodo, Antara G20, Perang Rusia-Ukraina, dan Upaya Perdamaian






