Seide.id -Gangguan lambung lebih dari satu. Umumnya hanya radang lambung gastritis. Selaput lendir lambung meradang sebab keasaman lambung berlebih, jenis menu merangsang, termasuk obat dan jamu, selain duri ikan. Biasanya lekas mereda, kalau makan teratur, dan membatasi menu merangsang.
Jenis yang lebih berat disebut tukak lambung. Bisa pada lambung peptic ulcer, bisa juga pada sambungan lambung, yakni usus duabelasjari duodenal ulcer. Yang terbentuk adalah luka menyerupai kawah maka disebut tukak. Lapisan lambung menggerowong akibat luka berkepanjangan. Keadaan ini lebih berat dari hanya meradang. Selain akibat radang lambung yang sudah lama, bisa juga oleh adanya kuman helicobacter pylori yang bercokol di sana. Bila berlanjut, komplikasinya lambung bocor bila tukak sudah menembus dinding lambung.
Terjadi serangan kedaruratan perut (acute abdomen), muntah darah. Perlu tindakan bedah bersegera.
Berbeda dengan radang lambung gastritis yang lekas menyembuh, tukak lambung sukar menyembuh. Obat hanya mempertahankan tukak tidak bertambah buruk, dan tak sampai berkomplikasi lambung bocor.
Kasus yang lain, lambung juga sering terkena kanker. Biasanya ganas. Sering kedapatan secara kebetulan saja saat dilakukan endoscopic, tindakan meneropong lambung dengan selang beroptik.
Gejala gangguan lambung lebih kurang sama: mual, rasa nyeri atau rasa penuh di uluhati, mungkin bisa sampai muntah. Kadang bisa mencret, selain lesu, dan lemah. Satu yang tidak terpikir, keluhan nyeri kepala, atau suka kleyengan, sehingga lupa kalau muasalnya dari gangguan lambung, maka yang diobati keluhan kepalanya saja.
Perhatikan tinja. Kalau sudah terjadi perdarahan di lambung, tinja akan berwaran hitam. Waspada, karena tukak lambung sedang parah, dan berdarah. Kalau hebat, muntah darah berwarna air kopi. Darah yang bercampur dengan asam lambung akan berwarna air kopi.
Oleh karena penyebab gangguan lambung bukan hanya satu, maka terapinya juga tergantung siapa penyebabnya.
Obat maag sendiri ada yang bekerja menetralkan asam lambung yang berlebih, ada juga yang menekan produksi asam lambung, melindungi selaput lendir lambung, dan oleh karena sebagian kasus disebabkan oleh hadirnya kuman helicobacter pylori, maka perlu antibiotika juga. Tanpa antibiotika, bila kasusnya positif kuman, maka gangguan lambung tak kunjung sembuh. Tahunya ada kuman, bisa dilakukan tes napas, atau pemeriksaan darah di lab (IgM dan IgG helicobacter pylori).
Jangan lupa gangguan liver dan kelenjar pancreas (yang bikin insulin selain enzim) juga gejalanya menyerupai gangguan lambung. Begitu juga bila ada gangguan kandung empedu. Dengan bantuan USG bisa dipilah siapa penyebabnya.
Semua gangguan lambung perlu obat mag rutin untuk jangka waktu beberapa minggu nonstop. Kekeliruan yang lazim, sudah menghentikan obat karena merasa sudah enak. Hilangnya keluhan lambung belum tentu berarti lambungnya sudah tuntas sembuh. Berbeda dengan radang dan luka di kulit yang lekas kering dan sembuh.
Radang dan luka di lambung senantiasa terpapar bermacam jenis makanan, selain asam lambung sendiri. Selain itu lambung sendiri organ tubuh yang dekat dengan jiwa. Maka bila jiwa galau, lambung juga terpengaruh. Kendati teratur makan, teratur minum obat, kalau jiwanya dibiarkan galau, lambungnya tetap bermasalah. Maka untuk kasus itu perlu bantuan obat penenang juga (transqulizer).
Selain obat, perlu pantang semua jenis menu merangsang, termasuk pedas masam serat kasar buah nangka cempedak durian, minuman ringan, alkohol, tapai, brem, ketan, serta mie dan roti. Wajib sarapan, makan lebih sering tapi porsi kecil, tiap 2 jam konsumsi biskuit marie. Kalau tepat obat, tertib makan, dan jiwa lebih tenang, mestinya semua kasus gangguan lambung, apa pun penyebabnya, bisa menyembuh.
Kalau gangguan lambung tak kunjung sembuh, sekarang Anda sudah tahu kenapa.
Salam sehat,
Dr Handrawan Nadesul






