Seide.id – Pandemi berdampak langsung pada hidup banyak orang. Terutama mereka yang masuk golongan marjinal atau terpinggirkan.
Pemerintah memang sudah turun tangan. Namun, jumlah orang yang harus ditolong luar biasa banyak. Maka bila ada upaya masyarakat untuk menolong mereka, dengan menyediakan makanan siap saji, patut mendapat apresiasi
Lemari Peduli
Salah satu sosok yang terpanggil untuk menempuh ‘jalan senyap’ ini adalah Koes Hendaryani. Dengan mengambil inspirasi dari putrinya, Arika Pravitasari, yang tinggal di Portland, Oregon, Amerika Serikat, Koes membuat LEMARI PEDULI di depan rumahnya di Pondok Jurang Mangu Indah, Tangerang Selatan, Banten.
Mengutip laman FB-nya tertanggal 15 Maret 2021, Koes, yang juga seorang wartawati senior, menulis, “lemari Peduli itu saya letakkan di depan rumah. Siapapun boleh mengisi dan siapapun yang membutuhkan bisa mengambilnya”
“Mari, teman-teman FB yang berkelebihan bisa mengirimkan makanan atau sembako ke rumah saya. Saya akan meneruskannya kepada saudara2 kita yang kurang beruntung. Tuhan memberkati kita semua”
Dan, gayung pun bersambut. Beragam jenis makanan mengalir masuk dari sejumlah warga pada Lemari Peduli, baik dalam wujud mentah, hingga hidangan yang siap santap.
Koes pun menulis di laman FB-nya pada 27 Maret 2021, “Puji Tuhan. Setiap hari Lemari Peduli kehujanan berkat. Ada sarden, gula pasir dan mie kering yang diletakkan di lemari oleh 2 orang penggendara motor misterius. Terima kasih. Tuhan membalas dengan berlimpah”
Uang Kucel
Seiring berjalannya waktu, bukan hanya donasi makanan saja yang datang mengisi Lemari Peduli. Pada 22 April 2021, Koes menulis, “gambar di bawah ini adalah Lemari Peduli yang terisi uang 20 ribu oleh orang tak diketahui” “Kalau melihat kondisi uangnya sih itu bukan milik orang berada. Kucel dan dilipat-lipat. Semoga uang 20 ribu itu diambil oleh orang yang membutuhkan. Tuhan memberkati Anda wahai pemberi misterius.”
Koes pun sempat berbagi pengalaman pribadinya perihal Lemari Peduli. Saat berkunjung ke Portland dalam rangka resepsi pernikahan putrinya, Arika Pravitasari, dengan pria berkebangsaan Amerika, Joshua Kirk Miller, lewat laman FB-nya tertanggal 16 Agustus 2021, Koes menulis, “Di Portland, ada banyak ‘Lemari Peduli’, yang dikoordinir oleh sebuah komunitas bernama @PDX Free Fridge” katanya.
“Jadi ada yang mengatur, membersihkan dan mengisi setiap saat. Semua warga juga boleh ikut mengisi. Lemari Peduli di Portland tidak perlu dijaga. Warga yang memerlukan bantuan punya kesadaran tinggi untuk mengambil secukupnya sehingga tidak merepotkan penyelenggara. Kesadaran inilah yg patut kita contoh jika ada Lemari Peduli – Lemari Peduli di Indonesia”
Parwoto
Pandemi yang belum ada yang tahu kapan bakal berakhir, masih banyak yang harus ditolong. Koes menulis di laman FB-nya, 21 Agustus 2021 lalu, “belakangan, ketika lewat di depan Lemari Peduli, saya baru tahu yang namanya Pak Prawoto. Dari raut wajahnya usianya di atas 70 tahun. Namun masih kuat mengayuh sepeda cukup jauh. Jarak Petukangan Selatan sampai Lemari Peduli kurang lebih 6 km”
Siapa Prawoto? Dia adalah pria penjaja jasa Asah Gunting. Pagi sebelum berangkat kerja, dia berdoa, agar ada orang yang berkenan memberinya makan, demi mengisi perutnya yang kelaparan.
Doanya terkabul. Sebungkus nasi padang diperolehnya saat bertemu anggota KTB Jurang Mangu, kelompok rekanan kerja Koes, yang tengah berbagi di daerah Pondok Aren hingga Jakarta Selatan.
“Dengan terengah-engah kakek itu menerima nasi bungkus. menundukkan kepala sambil menangis. Dia bilang, hari ini tidak punya uang sama sekali. Aduuuhh .. saya jadi trenyuh melihat wajahnya” tulis Koes, mengenang pertemuan mengharukan itu.
Beberapa bulan kemudian, Prawoto tanpa sengaja melintas di depan Lemari Peduli, dan kembali mendapat sepaket sembako dari Koes.
Dalam sunyi, nyaris tanpa publikasi, Lemari Peduli Koes Hendaryani terbukti berarti bagi orang-orang seperti Prawoto ini. (Tavip Pancoro)





