M. Farhan : Indonesia Tidak Meninggalkan Taliban

H. Mohammad Farhan. Foto instagram

Seide.id. –  Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan mengatakan, rangkaian pertemuan pemerintah Indonesia dengan perwakilan Taliban di Pakistan, melalui Menlu Retno Marsudi merupakan bukti bahwa pemerintah Indonesia tidak meninggalkan Taliban.

“Di saat bersamaan, dengan melibatkan pihak ketiga dari Uni Eropa, dalam hal ini Jerman, untuk memastikan, walaupun belum diakui internasional, Taliban menegakkan HAM yang selama ini kita khawatirkan, khususnya hak perempuan,” kata Farhan.

Selain itu, kata Farhan, pertemuan itu juga merupakan upaya awal untuk menggalang dukungan internasional agar bersedia memberikan bantuan bagi rakyat Afghanistan.

“Tidak ada niat memutus hubungan diplomatis dengan Afghanistan. Tetapi untuk kita bisa memberikan pengakuan terhadap pemerintahan Taliban, maka Taliban harus menunjukkan komitmen dan kesungguhan dalam memenuhi syarat HAM yang sudah berlaku universal, seperti hak perempuan, hak anak, hak keberagaman, dan hak beragama,” katanya.

Farhan menambahkan, berdasarkan laporan terakhir dari Kemlu, Indonesia berencana untuk mengaktifkan kembali kantor perwakilan di Kabul.

Pengamat Timur Tengah yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammad Imdadun Rahmat mengatakan, isu kemanusiaan diangkat dalam pertemuan itu karena Taliban tidak kooperatif dengan norma dan hukum internasional sehingga belum diterima menjadi bagian dari komunitas internasional.

“Seperti pentingnya demokrasi, mengakomodir kelompok lain, HAM dihormati, perempuan diberi kebebasan. Melalui ini Indonesia mengajak Taliban untuk lebih kooperatif dengan konvensi internasional,” kata Imdadun.

Imdadun mengatakan, Taliban adalah rezim militer dari kelompok Sunni yang bercirikan otoritarian konservatif agama dalam menjalankan pemerintahan sipil.

Kecenderungannya adalah mengorbankan hak bagi perempuan, kelompok minoritas, kebebasan beragama, dan lainnya.

“Kalau tidak dikawal dunia internasional, bisa kembali pada otoritarianisme berciri konservatif agama. Ini harus dikawal agar tidak membunuh demokrasi. Makanya penting bagi negara moderat seperti Indonesia untuk membawa Taliban lebih ramah terhadap norma-norma universal,” katanya.

Imdadun menaruh harapan dengan kelompok Taliban yang kini berkuasa karena memiliki pandangan yang lebih moderat.

Selanjutnya, bukan berarti pengakuan

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.