Membedakan Fakta Hidup dan Khayalan Hampa – Menullis Kehidupan 234

Foto : Pexels/Pixabay

Dalam pengalaman hidup, ada kenyataan dan ada juga impian atau khayalan. Terbuai oleh keinginan dan selera, bisa lahir khayalan atau harapan angan untuk menjadi ini atau itu yang ideal. Angan bisa memiliki ini dan itu sesuai selera. Ada mimpi meraih angan yang tidak sesuai kenyataan dan kesanggupan.

Yang realistis adalah menggunakan segenao kemampuan diri untuk memilah dan memilih keputusan realistis, usaha nyata dan rasional untuk memenuhi kebutuhan, serta berjuang meraih cita-cita yang diputuskan dengan bijasana demi memberi makna bagi pribadi. Membuat hal nyata agar pribadi semakin bermakna dan bermartabat. Renungan tentang pergulatan tersebut, saya tuangkan dalam sajak:

Seandainya Aku menjadi Ini atau Itu

Tugas dan profesi hidup ini
ada beraneka ragam kisah
entah karena pilihan pribadi
entah karena panggilan nurani
entah karena tuntutan kebutuhan
entah karena keterpaksaan situasi
entah dilakukan karena kebiasaan
entah karena diwajibkan orang
bahkan terjadi begitu saja

Angan berlayar mengarungi mimpi
keluar dari fakta kehidupan
tinggalkan yang sedang terjadi
abaikan fakta yang dihadapi
Lalu menciptakan bayangan
melukis damba impian
“Seandainya……
saya menjadi orang lain
saya mengalami hal lain
saya melakukan tugas tertentu
saya mengemban profesi lain
Seandainya…..”
Aku ingin menjadi…
Bukan sedang menjadi…

Saat mengarungi samudera mimpi
Pikiran memakai sayap selera
impian lalui ruang harapan
pribadi menulis lembar angan
seperti menjejak di fakta
Karena
sedang menjadikan diri seandainya
sedang bermain gelembung sabun
menebar benih di ladang angin
dan
melukis pelangi di sungai
mengasinkan laut dengan garam
Seandainya…..
bukan sedang menjadi…
Tetapi ingin menjadi
yang bukan diri pribadi
di luar fakta alami

Berjuang mewujudkan cita-cita
Berusaha meraih damba harapan
Berkarya menciptakan  kesuksesan
Sedang melakukan sebuah tugas
Sedang jalankan sebuah pilihan
Sedang mewujudkan sebuah keputusan
Sungguh berbeda
dengan khayalan
seandainya menjadi ini….
Atau
seandainya menjadi itu….
Ingin menjadi sesuatu
Ingin menjadi seseorang
Ingin berprofesi seperti ….

Ada jarak makna
antara meraih fakta
dan membayangkan mimpi
Antara angan selera rasa
dan pikiran menciptakan fakta
Antara keyakinan jiwa sanubari
dan bayangan damba ilusi
Antara seandainya menjadi ini itu
dan keputusan menjadi ini itu
Antara angan seandainya nyata
dan pilihan menjadikan kenyataan
Antara keinginan seandainya
dan keputusan mewujudkan keinginan
rasa dan pikiran menciptakan fakta
jiwa raga meraih cita

Ada perbedaan hakekat makna
Antara keyakinan jiwa sanubari
dan bayangan damba ilusi
Antara seandainya menjadi ini itu
dan keputusan menjadi ini itu
Antara angan seadainya nyata
dan pilihan menjadikan kenyataan
Antara keinginan menjadikan mimpi
dan keputusan mewujudkan niat
Melukis sejarah kehidupan diri
bermakna sebagai pribadi

Simply da Flores Harmony Institute

Cara Membedakan