Mencuri Kripto Raden Saleh

Mencuri Kripto Raden Saleh

Bursa Kripto Pintu ( PT. Pintu Kemana Saja), telah cerdik memanfaatlkan media film untuk memeprkenalkan cryptocurrency ( Aset Kripto). Lewat film Mencuri Raden Saleh, Pintu mesponsori film yang disutradari Angga Dwimas Sasongko ini. Kabanya, Pintu akan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai industri untuk memperkenalkan aset kripto. Ini tindakan cerdik, smar dan perlu diacungi jempol. 

Meski aset kripto telah ada di sekitar kita sejak 2009 – 13 tahun lalu- tampaknya banyak masyarakat belum memahami benar apa itu cryptocurrency. Terbukti, shingga kini dari 8 milar manusia yang hidup di bumi ini, baru 100 juta orang melakukan aktivitas pada aset kripto. Indonesia sendiri cukup bagus melakukan adopsi aset kripto dengan jumlah investor sebanyak 12,400,000 pelaku. 

Kaya Mendadak

Jumlah di atas melebihi jumlah investor pada saham yang telah lama beroperasi. Salah satu kelemahan lambannya adopsi aset kripto adalah masih minimnya pemahaman, pengetahuan dan daya tarik kripto di banyak negara. Termasuk Indonesia. 

Bahkan, aset kripto baru ramai pada tahun 2021, dimana banyak media memberitakan beberapa orang yang tiba-tiba menjadi kaya berkat Bitcoin, Dogecoin serta Shiba Inu. Ketiga coin kripto ini naik ribuan kali dan mejadikan investor kaya mendadak. 

Namun berita heboh menjadi miliader mestinya diimbangi dengan pemahaman dalam berinvestasi di aset kripto. Bahwa aset kripto memiliki risiko tinggi, selain keuntungan tinggi. Hadirnya Pintu dengan mengusung cerita tentang cryptocurrency layak dihargai. 

Film Mencuri Raden Saleh memasukkan cryptociurrency dengan tepat dan bukan sekedar sponsor ganjalan, namun menyatu dengan cerita. Film karya Angga Dwimas Sasongko ini menghadirkan sosok Piko (The Forger) yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, Ucup (The Hacker) diperankan oleh Angga Yunanda, Fella (The Negotiator) oleh Rachel Amanda, Gofar (The Handyman) oleh Umay Shahab, Tuktuk (The Driver) oleh Ari Irham, dan Sarah (The Brute) diperankan oleh Aghniy Haque. Juga dibintangi oleh aktor berkarakter seperti Tio Pakusadewo, Dwi Sasono, hingga Atiqah Hasiholan

Mengenal Investasi Aset Kripto

Tepat kata Jeth Soetoyo, Founder dan CEO Pintu bahwa masuknya mereka ke film ini sebagai upaya membawa aset kripto ke jutaan masyarakat Indonesia agar lebih dikenal. “Melalui kerja sama ini, kami yakin tayangan film Mencuri Raden Saleh tidak hanya memberikan hiburan bagi penonton, namun film ini mampu menjadi salah satu wadah baru untuk masyarakat lebih dekat dan mengenal investasi aset kripto,” jelas Jeth, 

Adegan yang menasukkan cryptocurrency di dalam film memberi nuansa yang beda dari film-film lainnya. Film Mencuri Raden Saleh terasa benar mengikuti zaman kekinian, ketika dunia diramaikan dengan cryptocurrency. Sutradara berharap penonton nantinya bisa menyaksikan dan merasakan keseruan dari film drama dan aksi dengan alur cerita yang menarik yang dibintangi oleh aktor dan aktris hebat di Indonesia. 

Lukisan Raden Saleh

Film Mencuri Raden Saleh yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko, dengan penulis skenario Husein M. Atmodjo, merupakan film bergenre drama action. Film ini berkisah tentang sekelompok anak muda yang ingin mencuri sebuah lukisan bersejarah Raden Saleh di Istana Presiden. 

Saya harus memberi alam jempol buat Bursa Pintu yang telah menjalankan kewajibannya sebagai pemain di aset kripto, ikut mensosialisasikan cryptociurrency kepada masyarakat luas. Tidak hanya mengambil keuntungan dari investor belaka. 

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.