MENULIS KEHIDUPAN – 241: Merenungkan Makna Memohon Maaf dan Ampun

Merenungkan Makna Memohon Maaf dan Ampun

Salah satu upaya memperbaiki hubungan adalah dengan memaafkan. ( Foto: Liputan6)

Semua orang pasti memiliki kekurangan, pernah berbuat salah dan keliru kepada sesamanya. Pengalaman bersalah dan keliru, atau dalam agama disebut berdosa, kepada sesama mengakibatkan relasi yang terganganggu. Sebagai pelaku ada rasa tidak nyaman. Lalu, pihak lain yang mengalami akibat kesalahan, keliru dan perbuatan dosa itu pun pasti ada hal yang tidak nyaman. Mungkin fisiknya, perasaannya, pikiran dan hati sanubarinya, bahkan jiwanya.

Salah satu upaya memperbaiki adalah dengan meminta maaf dan memohon ampun. Artinya karena sadar salah, keliru dan berniat dosa, lalu menyesali kekurangan itu, serta mau memperbaikinya, maka berjuang meminta maaf dan memohon ampun. Ternyata, tidak mudah dan yang paling sulit adalah memaaafkan diri sendiri dan memohon ampun kepada pribadi sendiri. Lalu, saya tuangkan refleksi itu dalam sajak:

Mengemis Maaf dan Ampun

Berjalan mengulurkan harap

Berkelana mengemis maaf

ketika sadari bersalah

dengan lapar pengampunan

saat insyafi lalai keliru

dengan dahaga belaskasih

Kuketuk pintu maaf

pada seribu istana hati

namun tak terbuka bagiku

Kuminta sejuta maaf

di sejuta ruang jiwa

namun tiada jawaban untukku

Aku terus berjalan

menjejak setiap ruang

mendatangi seluruh waktu

menadah tangan mengemis maaf

memohon ampunan

Tapi

tiada maaf dan ampun

Dan

aku terkapar lelah

jiwa raga terkulai

di tepi jalanan pasrah

di selokan harap

dengan telapak gemetar

tersisa sehembis nafas

Ada suara membisik lirih

“Maaf itu ada di dasar samudera jiwamu

Ampun itu ada di puncak pelataran angkasa imanmu

Jangan mencari…

Jangan mengemis..

Cukup mengakui

Hanya mensyukuri

Lalu ambilah dengan sepuas-puasnya

dalam nafas terimakasihmu

Maaf dan ampun

itu milik asalimu

Itu anugerah Ilahi bagimu”

BACAAN LAIN

Menggapai Makna dari Tradisi Kubur – Menulis Kehidupan 240

Selalu Ada Kesempatan

Ini Alasan Mengapa Anda Masih Layak Berharap Pada Aset Kripto