Mengenal Diri, Dari Tokoh Yang Dikagumi dan Alasan-Alasannya

Sejak usia SMP, tahun 1981, aku sudah sangat kagum pada Abraham Lincoln. Bahkan aku punya beberapa buku biografinya, membacanya sampai habis. Lalu mencari buku sejarah apa saja tentang dia.

Kenapa kagum? Karena dia orang yang sangat resilient. Liat-tabah-tangguh-berani. Berkali-kali gagal dalam aneka aspek dalam hidupnya, mulai dari bisnis sampai menjadi senator, tapi selalu bangkit lagi. Dia lah presiden Amerika ke 16 (1861-1865) yang menghapuskan perbudakan di Amerika.

Sampai aku dewasa, dan bekerja, aku cuma punya 1 tokoh ini saja untuk dikagumi. Nggak nambah-nambah lagi.


Ketika aku umur 30-an, aku mulai kagum pada satu orang lagi : Oprah Winfrey. Aku kagum pada pemikiran-pemikirannya yang tercermin dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya pada narasumbernya.

Dia juga tokoh yang resilient. Dia sangat inspiratif, bekerja dengan hati, dan yang membuatku paling terkesan adalah : dia menambahkan misi kemanusiaan pada hidupnya. Banyak gerakan yang dia bikin, salah satunya membuat sekolah bagi gadis-gadis afrika untuk maju dan menjadi pemimpin.

Setelah itu, sudah.

Dunia berjalan, dihiasi oleh kehadiran manusia-manusia yang juga keren, tapi entah kenapa aku nggak terkesan amat. Bahkan Mahatma Gandhi, Mother Teresa, Nelson Mandela, Barack Obama… cuma membuatku respek dan berterimakasih sudah memberikan teladan dan membawa contoh baik pada dunia. Termasuk padaku.


Nah baru tahun 2012, aku kagum pada Anderson Cooper. Jurnalis CNN yang sangat cerdas ini, kulihat meliput perang di jalur Gaza. Dia tampak tenang menjelaskan keadaan saat itu. Tiba-tiba ada bom meledak di dekat dia berdiri….. dia cuma kaget, menengok ke belakang, bilang ‘wow’, ketawa kecil, lalu meneruskan liputan dengan ekspresi wajah tetap kalem dan nada bicara yang biasa saja.

Aku sampai melongo.

Setelah itu aku melihat liputannya lagi, kali itu di Haiti, di tengah kerusuhan dan perkelahian rebutan makanan dalam penjarahan kota besar-besaran setelah Haiti dihantam gempa dahsyat tahun 2012. Dia berhenti meliput untuk menolong remaja lelaki yang dikeroyok dan dilempari batu. Dia membopong remaja itu untuk menjauh ke tempat aman.
Wow.

Seketika aku jadi makin ngefans. Lalu kepoin tayangan berita dia sejak muda, dan aku menemukan 2 dokumentasi lain : Anderson meliput perang Bosnia, waktu itu umurnya 28-29an, dan ada bom meledak juga di dekat dia meliput. Dia, di usia muda itu malah terlihat mendengus, ketawa sambil memiringkan kepalanya, terus bilang ‘that was kind of close’ lalu meneruskan liputan. Rupanya dia sudah ‘sinting’ sejak muda.

Dan aku semakin kagum, ketika melihat siaran lain dimana dia bisa ngikik-ngikik geli menertawakan dirinya sendiri, karena diprotes oleh rekan-rekan kerjanya atas seleranya yang buruk memilih aroma lilin pewangi di ruangan kantornya. Dia bisa tertawa-tawa membahasnya di siaran TV, secara live dan spontan, bahkan mengaku bahwa celana jeansnya sering dikatain bau apek oleh teman-teman kerjanya.

He has brains, guts, gray hair and good sense of humour. 4 syarat lelaki terlihat seksi di mataku.


Terakhir, aku kagum pada Jokowi.
Aku belum pernah melihat presiden negeri ini, bermental sehebat dia. Dia dihina, dikatai, difitnah…. dan dia membalasnya dengan cara bekerja, terus bekerja. Dia presiden yang paliiiiing banyak prestasi pembangunannya dibanding presiden manapun di negara ini.

Sejauh ini dia juga masih bersih dari urusan korupsi. Aku yakin dia bersih. Darimana aku bisa tahu? Dari betapa kejamnya musuh-musuh politiknya memangsa dia selama ini dengan issue-issue murahan dan cuma sekelas hinaan. Itu karena mereka nggak nemu ada celah lain…. Seandainya dia pernah ‘nyolong’, dia sudah habis sejak kapan-kapan.


Siapa tokoh yang kamu kagumi…?

Coba cek deh. Dari situ kamu bisa mengenali dirimu sendiri juga. Minimal kau jadi tahu, nilai-nilai dan prinsip apa yang kau anggap penting serta kualitas diri apa yang kamu bangun berdasarkan inspirasi dari tokoh-tokoh tersebut.

Nana Padmosaputro

About Nana Padmosaputra

Penulis, Professional Life Coach, Konsultan Tarot, Co.Founder L.I.K.E Indonesia, Penyiar Radio RPK, 96,3 FM.