Foto : Master Tux/Pixabay
Semua manusia menerima kehidupan cuma-cuma, anugerah dan misteri Sang Pencipta. Namun, cara membuat pilihan dan keputusan berbeda-beda pada setiap individu, keluarga, kelompok, organisasi, suku bangsa dan negara.
Lalu, tindakan kejahatan terhadap sesama dan pengerusakan alam lingkungan pun terus terjadi. Manusia bertambah, alam lingkungan tetap bahkan berkurang isi dan ketahanannya. Aksi kejahatan, entah individu, kelompok, organisasi serta negara masih terjadi hingga kini, bahkan membabi buta,terus mengganas. Entah apa alasannya, tapi korban berjatuhan di seluruh dunia. Salah satunya di Nicaragua. Refleksi itu saya tuangkan dalam sajak:
Balada Mencengkram Nicaragua
Saksikan publikasi media
tentang aneka balada dunia
Pikiran dihentak aneka tanya
Perasaan diwarnai prasangka
Tuhan disiksa, dipermalukan,
dihina dan dijadikan sampah
Tuhan tak berdaya
apalagi membela umatNya
Tak bisa apa-apa
lalu dihina dan dibantai
setiap hari
terus terjadi
Mengapa tragedi kemanusiaan
terus semarak terjadi
Di Nicaragua
Dimana-mana
Di 8 penjuru dunia
Di pikiran manusia
di jiwa raga manusia
karena
aneka alasan primordial
“Homo homini lupus”
Para tokoh agama disiksa
Ada yang dihina dan dipermalukan
Ada yang dilukai dan dibunuh
juga para umat beragamanya
Menderita merana tak berdaya
Kehabisan air mata
Kehilangan harapan
Hanya menunggu giliran dibantai
Oleh sesama saudara sebangsa
Hanya berbeda kepentingan
Hanya berbeda pangkat dan kewenangan
Padahal
sama orngisasi agamanya
“seperti berlaku hukum rimba”
Tempat ibadah dirusakkan
Alat ibadah ritual dihancurkan
Kegiatan beragama dilarang
bahkan dijadikan permainan
sambil tokoh agama dan umatnya disiksa
Dan
disuruh menghina perlengkapan ibadah dan ritual sakralnya
Oleh pasukan bersenjata
sesuai perintah para pemimpinnya
Tontonan pertarungan kuasa
Balada duka lara nestapa
Tragedi kemanusiaan zaman digital
Masing-masing pertahankan pilihan
Untuk apa dan siapa
Entah dari mana sumbernya
Entah kapan nanti berakhir
Namun
tragedi terus terjadi
Balada mencengkram Nicaragua
juga dimana-mana di dunia
Korban duka lara derita
terus terjadi setiap hari
Bara api kekejaman berkobar
membakar manusia dan harta
kehidupan dipenuhi tanya
Melalui sarana informasi digital
Tanya itu bagai tsunami
menyapu jiwa nurani insani
Masikah terang bersinar
Masikah cinta membias
Masihkah ada kemanusiaan
Masikah ada kuasa Pencipta
Apakah
ini bagian misteri Ilahi
Ataukah
ini buah dari masa lalu
tanaman manusia yang galau ?
Memaknai Anugerah Kemerdekaan Pribadi – Menulis Kehidupan 277






