Menulis Kecemasan Masa Depan – Menulis Kehidupan 328

Foto : Tumisu/Pixabay

Di tengah gemerlap kemajuan zaman digital Milenial, ada terbersit kecemasan kecil tentang masa depan. Kita semakin maju, menjadi manusia listrik dan data. Bagaimana ketika energi listrik habis dan semua data terkancing – mandul ? Bagaimana jadinya ketika seluruh hidup dikuasai listrik dan teknologo digital, lalu semua sarananya tidak berfungsi ? Masikah bisa melanjutkan kehidupan, dan beradaptasi dengan yang natural, alamiah ? Kecemasan itu kutuangkan dalam sebuah sajak:

Suatu Ketika Nanti, Jika…

Pikiran menerawang ngelantur
terobos kekaguman canggihnya iptek
lewati semua kemudahan manfaat
di luar kehebatan manusia
yang telah mengubah zaman
Kulihat kakiku menginjak tanah
kurasakan hidungku menghirup nafas
kusadari jantungku berdetak
Bukan karena listrik
Bukan karena sinyal
Bukan karena pulsa data
Bukan karena iptek

Kubayangkan yang mungkin terjadi
ketika energi listrik habis
melanda satu kota dan pulau
atau krisis energi dunia
Maka ada rentetan peristiwa
Gadget bisa tak berfungsi
komputer dan internet macet
sarana iptek tak beroperasi
sinyal tak bisa diakses
Satelit pun tak terkendali
Maka
kehidupan manusia lumpuh
terlebih yang di kota
dengan ketergantungan pada listrik
dan semua sarana digital
Lalu,
sulit kembali ke masa dahulu
dengan model teknologi sederhana
untuk beradaptasi dengan alam
“Manusia listrik dan data
akan punah mati kebingungan
Manusia terpisah dari alam
Manusia melupakan hakekatnya
Manusia mengabaikan asal tujuannya”

Fakta zaman digital
Data telah menguasai manusia
manusia menjadi data
manusia berhafas listrik
manusia berdarah digital
hampir semua aspek kehidupan
sungguh dikuasai iptek digital
Maka,
Ketika satelit rusak
Ketika sinyal hilang
Ketika jaringan mandek lumpuh
Ketika medsos stop
Ketika internet berhenti
Maka….
Semua data, kerja kantor, bank online, perabot rumah tangga
dan semua yang berbasis listrik, data dan online akan stop
Tidak berfungsi dan momok
lalu hentikan nafas manusia
akhiri detak jantung insani
Generasi listrik data digital

Mungkin saat itu
yang masih bertahan hidup
adalah manusia adat tradisi
yang sering diremehkan zaman
yang biasa disebut gaptek
yang dianggap tidak gaul
yang dicap kuno kolot
Karena
menggantungkan hidup pribadi
pada kemurahan alam raya
dengan teknologi sederhana
Iptek ramah lingkungan berkelanjutan
Dan
jumlahnya tersisia sangat sedikit
Di setiap komunitas adat
Di setiap pulau dan negara
Di setiap benua bumi ini
“Manusia kembali ke alam
Zaman peradaban kembali ke awal
Manusia sadari hakekat dirinya
Yang sungguh mutlak tergantung
pada alam lingkungan semesta
pada sesama saudara manusia
pada Allah Maha Pencipta”

Menyadari Kehadiran Manusia di tengah Alam Semesta – Menulis Kehidupan 327