Penulis: Zeng Wei Jian
Setiap kali Anies Baswedan tersudut, CIA bergerak. Duel Nasionalist vs. Right-winger yang diback-up Amerika.
Sirkuit Problematic, President Jokowi datang, Buzzer Balaikota, Radicals, dan CIA agent ngolah. Heboh sendiri. Anies Baswedan dinyatakan hebat. Padahal ngga ada prestasi. Manuver extrimi kanan Patah oleh insurekasi Nasionalist via KPK.
Pemerintah Daerah ngga bole menggunakan duit APBD buat event bisnis. Klir. Anies Baswedan masuk.
CIA menggulung Opini KPK dengan drama culas “Mudik Gratis” dan “Kaos Anies Presiden”. Nyaris menang. Tapi nyungsep karena Testimoni Warga Tanah Merah berseragam merah.
Anak-buah Anies Baswedan ada yang namanya “Ahong“. Anggota biasa TGUPP. Gaji kecil. Ketua ABDI RAKYAT pro Agus–Silvy. Basisnya di Tanah Merah. Pikir sendiri deh.
Sholat Ied di Stadion JIS. Massa dikerahkan. Masi kalah dari Masjid Istiqlal. CIA kampanye massive. Peran gubernur lama diapus. Duit PEN dari Pusat ngga diakuin. Bukannya buat bantu ekonomi grassroot, mala dibuat bikin stadion. Alat peraga kampanye senilai 4 triliun duit rakyat. Hebat khan.
Aktifis Sugiyanto alias SGY nyeruduk dengan data dana PEN Pusat. President Jokowi paling berjasa. Peran gubernur masa lalu diangkat. Sampai tender yang memenangkan budget lebih besar dikupas. Tender or Lelang. Pemda beauty contest jadi mirip Christie’s Auction House. Terjual di harga paling tinggi.
Nasionalis Jokowi tolak ikut irama CIA. President sholat ied di Jogjakarta. Pamer halalbihalal dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Simbol Menteri Pertahanan & Partai Nasionalis terbesar nomor 2 menyiratkan bahasa politik.
Buzzer Anies, ada dokter sakit jiwa, fabrikasi narasi “Jokowi takut kalah pamor”. Makanya milih sholat ied di Jogja.
Are you out-of-your fucking mind? President Jokowi bahkan ngga takut invite Vladimir Putin ke G-20 Summit di bawah tekanan Amerika & Eropa.
Gerakan digital Pro Anies semakin dasyat. Stiker diproduksi massal. Baliho nyata dipajang di wilayah kekuasaan kepala daerah lain. Hinanya para raja kecil yang tunduk ngga bereaksi.
Gerakan CIA punya dua motif; Pertama, menekan KPK dengan mobilisasi massa. Kedua, kartu truf Sandiaga Uno mulai terendus. Polanya serupa; rangkul extrimis kanan, wisata halal, dan artis-artis hijrah.
Jadi Anies Baswedan sengaja dipasang sebagai sand-sack hidup. Membesar bagus. Tumbang pun bodo amat. Pertanyaannya, apakah patriot nasionalis yang bergerak senyap dan ada dimana-mana takut menghadapi intimidasi pengerahan massa Pro-Anies.
Para influencers Pro Jokowi telah berhianat. Punya agenda perut. Terfragmentasi usung Ganjar, Erick, Erlangga, Gus Yakult, dan lain-lain. Tolak wacana Tiga Periode & Tunda Pemilu. Padahal selama ini mengerat di dalam gudang padi istana.
THE END






