Orang Berduit, Bodoh dan Pemalas dan Mudah Ditipu

Orang Berduit, Bodoh dan Pemalas dan Mudah Ditipu

Salah satu korban orang berduit yang mudah ditipu adalah karena rakus. Matanya terbelalak seketika melihat angka besar dan bonus gratis. Mereka biasanya berinvestasi tanpa nalar.

Johan adalah pekerja di sebuah perusahaan advertising yang telah meniti karier di sana selama 9 tahun. Ia mengumpulkan fee marketing di sebuah tabungan yang mencapai Rp 3,2 miliar. 

Seorang teman akrab, menawari ia investasi di sebuah koperasi dengan bunga 24% setahun dan bonus iPhone terbaru senilai Rp 18,000,000. Percaya kepada teman, ia investasikan seluruh uangnya ke koperasi tersebut dengan harapan tiap bulan memperoleh bunga sebesar Rp 60,000,000 dari Rp 3 M yang ia investasikan di koperasi daripada di bank yang bunga depositonya sangat kecil. 

Ia senang menerima iPhone terbaru dan bulan berikutnya memperoleh bunga Rp 60,000,000. Tapi hanya itu. Selebihnya, investasi mandeg.  Koperasi itu bermasalah telah menghilangkan dana investor senilai triliunan rupiah. Sampai sekarang Johan stress berat dan tak punya kerjaan apapun kecuali menunggu dananya dari putusan pengadilan yang tak kunjung selesai.

Percaya Saja Tanpa Nalar

JA tertarik masuk asuransi  di Sinarmas MSIG (LIFE) karena iming-iming bunga tinggi dan bonus ke luar negeri. Begitu juga JB yang masuk asuransi dengan nilai 3,5 M. Keduanya berpikir nama Sinarmas bagus. Bunganya cukup tinggi dan bonusnya menggiurkan. 

Ketika agen asuransi cantik bernama Suwita Glorite Supit meminta mereka mentransfer dananya ke rekening Suwita, dan bukan ke rekening Sinarmas, keduanya nurut saja, meski pernah bertanya. Tapi jawaban Suwita bahwa uang itu kecil dan nanti kalau sudah besar ditransfer ke rekenign Sinarmas, tak membaut mereka curiga. Nalarnya tidak jalan. 

Sudah bisa ditebak, dua orang berduit ini kehilangan uangnya bersama dana nasabah lain senilai Rp 200 miliar.

Itu baru dua cerita dari investasi koperasi dan asuransi. Begitu banyak penipuan yang menyasar orang-orang berduit serakah yang mudah tertipu tanpa menggunakan nalar dan pikiran mereka.  Salah satu penyakit rakus dan tak mau berpikir, menjadikan orang-orang kaya yang punya uang gampang tertipu.

Tokoh investasi modal ternama dunia, Waren Baffet selalu berkata,” Don’t put your eggs in one basket” sebenarnya pesan yang singkat namun cerdas. Alih-alih memasukkan dana anda Rp 2 miliar ke dalam satu koperasi atau satu asuransi, sebaiknya dana segitu bisa dipecah ke dalam beberapa jenis investasi. Baik investsi langsung dengan cara mendanai orang lain untuk bekerja berdasar ide bisnis kita, atau berinvestasi yang dapat kita kerjakan sendiri seperti di bidang pertanian atau buka cafe. 

Dengan dana Rp 2 miliar, orang pintar dan mau bekerja, bisa memperoleh 10 usaha yang saling mengisi dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang menuntungkan. Selalu ada jalan bagi orang kreatif dan cerdas jika mau bekerja dan berusaha. 

Tapi, ini hanya untuk orang kreatif dan tidak malas berpikir saja. 

Investor Aset Kripto Naik Menjadi 420 Juta 

Tiga Penjahat Kripto Dari TerraForm Lab Merampok Trilunan Milik Investor

150 Triliun Hilang Karena Penipuan Investasi Kripto

Orang Bijak Bayar Pajak, Orang Pajak Tidak Bijak

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.