Seide.id – Berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization of The United Nations (2011), Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis yang dilalui oleh garis khatulistiwa.
Kondisi iklim yang demikian menunjang keberadaan hutan tropis Indonesia yang secara keseluruhan meliputi area seluas 95 juta hektar.
Wilayah hutan tropis yang sedemikian luas menempatkan Indonesia sebagai negara dengan wilayah hutan tropis terluas ke tiga di dunia setelah Brazil dan Kongo.
Berbagai spesies flora dan fauna yang hidup di dalam area hutan tropis juga turut memberikan sumbangan besar pada keanekaragaman hayati Indonesia.
Widjanarko berpendapat jika salah satu flora hutan tropis Indonesia yang belum banyak dimanfaatkan adalah parijoto (Medinilla speciosa).
Morfologi Tanaman Parijoto
Tanaman Parijoto (Medinilla speciosa Blume) merupakan tanaman dari genus Medinilla yang tumbuh di daerah tropis.
Tanaman ini merupakan tanaman khas dari Desa Colo-Kudus, Jawa Tengah.
Desa Colo ini terletak di lereng bukit Muria, yakni salah satu bukit di Gunung Muria yang memiliki tinggi lebih dari 1.600 meter.
Klasifikasi Ilmiah Tanaman Parijoto menurut Surjowinoto yakni sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Filum : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Melastomataceae
Genus : Medinilla
Spesies : Medinilla speciosa
Mitos Tanaman Parijoto
Berdasarkan pendapat Muryono Widi dalam bukunya yang berjudul “Napak Jejak Pemikiran Sunan Muria”, mitos tentang tanaman parijoto sudah tersebar luas ke jagad nusantara yang mana parijoto dianggap sebagai salah satu warisan Sunan Muria.
Selain itu, mitos yang beredar di sekitar masyarakat pegunungan, terutama oleh ibu hamil jika mengkonsumsi buah tersebut, maka anak yang dilahirkannya kelak akan berparas tampan atau cantik.
Kandungan Senyawa Kimia dan Khasiat Parijoto
Wachidah dalam penelitiannya tentang tanaman parijoto, diperoleh data jika senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman tersebut antara lain: tanin, flavonoid, saponin, dan glikosida.
Musfirah dkk menambahkan informasi bahwa semua kandungan yang ada didalam tanaman parijoto baik untuk membantu pembentukan otak janin.
Selain itu, ekstra metanol buah Parijoto mempunyai kandungan antioksidan yang cukup tinggi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tanaman yang berpotensi sebagai afrodisiaka, adanya kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan mampu mempertahankan motilitas sperma.
Disamping itu, daun dan buah parijoto tersebut baik dalam kondisi segar maupun dalam bentuk yang sudah dikeringkan dapat digunakan untuk mengatasi sariawan, diare, dan radang (Data dari Kementrian Negara Riset dan Teknologi).
Oleh: Khoirunnis Salamah





