Ratu Elizabet II bersama anak cucu dan cicit. Bertahta selama 70 tahun, sejak 1952, melewati 15 perdana menteri.
Seide.id – Kerajaan Britania Raya berduka. Ratu Elizabeth II, pemangku tahta terlama dalam sejarah Inggris, meninggal dunia di di kediaman resmi kerajaan di Balmoral, Skotlandia, dalam usia 96 tahun, setelah bertahta selama 70 tahun. Demikian kantor berita BBC memberitakan.
Pada pukul 18:30 waktu Inggris, stasiun siaran BBC secara resmi mengumumkan meninggalnya Ratu Elizabeth II dalam sebuah siaran khusus. Sesuai tradisi, sebuah pengumuman tertulis kemudian dipasang di gerbang Istana Buckingham yang memberitahukan wafatnya ratu. Ratu Elizabeth II adalah pemimpin monarki terlama dalam sejarah Inggris.
Sebelumnya konvoi mobil yang membawa Pangeran William, Pangeran Andrew, Pangeran Edward dan istrinya Sophie terlihat tiba di Kastil Balmoral. Pesawat yang membawa anggota keluarga kerajaan tiba di bandara Aberdeen, sebelum menuju ke kediaman kerajaan.
Pangeran Charles dan istrinya Camilla bersama saudara perempuannya Putri Anne, sudah lebih dulu berada di Skotlandia. Pangeran Harry yang saat ini juga berada di Skotlandia sendirian telah membatalkan rencana penampilannya dalam acara amal.
Dalam pernyataan, pada pukul 18:30 waktu setempat di Inggris, Istana Buckingham mengatakan, “Ratu meninggal dunia dengan tenang di Balmoral pada petang ini.”
Istana Buckingham mengatakan, pewaris tahta, Pangeran Charles, sekarang menjadi raja, dan istrinya Camilla, sekarang permaisuri, akan tetap berada di Balmoral hari Kamis dan akan kembali ke London hari Jumat pagi.
Ratu Elizabeth sebelumnya diberitakan jatuh sakit, setelah sehari sebelumnya membatalkan janji pertemuan dengan Dewan Penasihat . Anggota keluarga yang belum hadir di Balmoral kemudian terlihat bergegas menuju lokasi.
Anggota dekat keluarga kerajaan telah berkumpul di Balmoral, di dekat Aberdeen, sejak dikeluarkannya pengumuman tentang kondisi kesehatan Ratu pada Kamis siang (08/09/2022), setelah dokter menyatakan Ratu di bawah supervisi medis.
Ratu naik tahta pada 1952 dan menjadi saksi perubahan sosial yang sangat besar. Selama ia memegang takhta dalam 70 tahun terakhir, Inggris memiliki 15 perdana menteri.
Periode Ratu Elizabeth sebagai kepala negara ditandai dengan berbagai tonggak penting dalam sejarah Inggris, mulai dari masa-masa sulit setelah Perang Dunia II, transisi emporium ke Persemakmuran, berakhirnya Perang Dingin, masuknya Inggris ke Uni Eropa, dan juga keluarnya Inggris dari organisasi regional ini.
Raja Charles mengatakan, “Kami sangat berduka dengan berpulangnya ratu yang sangat dihormati dan seorang ibu yang sangat dicintai. Saya tahu kepergiannya akan sangat dirasakan di seluruh penjuru negeri, di negara-negara Persemakmuran, dan di seluruh dunia.”
Ia mengatakan pada masa berkabung ia dan keluarganya “akan terbantu oleh kenyataan bahwa Ratu mendapat penghormatan dan rasa cinta yang begitu dalam”.
“Raja dan permaisuri (Pangeran Charles dan Camilla) akan tetap berada di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok.”
Putranya, Raja Charles III, mengatakan berpulangnya sang ibu tercinta adalah “momen kesedihan yang sangat mendalam” bagi dirinya dan bagi keluarganya.
Perdana Menteri Liz Truss, yang diangkat oleh Ratu pada hari Selasa (06/09) mengatakan kerajaan adalah sumber kekuatan negara Inggris modern, yang “memberi kita stabilitas dan kekuatan yang sangat dibutuhkan”.
Berbicara tentang raja yang baru, Truss berujar, “Kami loyal kepadanya, seperti kesetiaan yang ditunjukkan oleh ibundanya selama sekian lama.”
Atas meninggalnya Sang Ratu, orang-orang mulai berkumpul di luar Istana Buckingham, beberapa dari mereka membawa karangan bunga. “Semua orang benar-benar tertekan tentang hal ini, kami memiliki dia selama 70 tahun, jadi kami perlu mencerna semuanya karena terjadi tiba-tiba,” kata warga London Sharon Gove kepada kantor berita Reuters.
Istana Buckingham adalah kediaman utama keluarga kerajaan, meskipun ratu belum pernah kembali ke sana sejak awal Juni lalu.
Sejak beberapa waktu terakhir, makin banyak tugas resmi kerajaan yang diserahkan kepada Pangeran Charles dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Penampilan publik terakhir Ratu Elizabeth II adalah pada Platinum Jubilee Concert di London memperingati 70 tahun kenaikan tahta. Suaminya Pangeran Philip meninggal pada bulan April tahun lalu.- dms/bbc/dw/






