Remy Silado Telah Berpulang

Seide.id. – Indonesia kehilangan seniman besar dan sosok multi talenta. Remy Sylado, yang dikenal sebagai wartawan, teaterawan, sastrawan,  aktor film,  meninggal dunia Senin pagi (12/12/2022) ini di rumahnya. 

Remy Sylado yang meninggal di usia 78 tahun, dua kali mengalami serangan stroke dan terus terkapar di pembaringan beberapa tahun terakhir,   

Emmy Tambayong, sang isteri yang setia merawatnya,  mengungkapkan bahwa pada pagi hari tadi suaminya masih sempat minum kopi susu. Namun, menjelang siang, sekitar pukul 10.30 WIB, Remy Sylado berpulang.

Remy Sylado mempunyai nama lengkap Yusbal Anak Perang Imanuel Panda Abdiel Tambayong. Dia lahir 12 Juli 1943 di Malino, Makasar, Sulawesi Selatan, dari keluarga gereja Christian and Missionary Alliance.

Seniman serba bisa ini memiliki berbagai profesi yakni penyair, novelis, cerpenis, dramawan, kritikus sastra, pemusik, penyanyi, penata rias, aktor, ilustrator, wartawan, dan dosen.

Remy juga dikenal sebagai seorang Munsyi, ahli di bidang bahasa. Dalam karya fiksinya, sastrawan ini suka mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang dipakai. Hal ini membuat karya sastranya unik dan istimewa, selain kualitas tulisannya yang tidak diragukan lagi. 

Penulisan novelnya didukung dengan riset yang tidak tanggung-tanggung. Seniman ini rajin ke Perpustakaan Nasional untuk membongkar arsip tua, dan menelusuri pasar buku tua.

Pengarang yang masih menulis karyanya dengan mesin ketik ini juga banyak melahirkan karya berlatar budaya di luar budayanya.

Beberapa karyanya sudah diadaptasi ke layar lebar, di antaranya ‘Ca-Bau-Kan’ (2002) dari novelnya, ‘Ca-Bau-Kan: Hanya Sebuah Dosa’ (1999).

Karya karya menomental Remy Sylado, Ca Bau Kan, Kerudung Kirmizi Malaiikat Lereng Tidar.

Di luar kegiatan penulisan kreatif, ia juga kerap diundang berceramah teologi.

Remy Sylado pernah dan masih mengajar di beberapa perguruan di Bandung dan Jakarta, seperti Akademi Sinematografi, Institut Teater dan Film, Sekolah Tinggi Teologi.

Pria yang identik memakai pakaian serba putih itu juga dikenal sebagai pemain teater, seni rupa, dan musik. Remy Sylado juga membuat banyak sekali karya dalam bentuk novel, cerpen, puisi dan yang lainnya.

Sepanjang karier, Remy Silado mendapatkan tiga nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada 1987, 1988, 1990.

Jenazah sastrawan Remy Sylado akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2022).

Emmy Tambayong yang mengatakan bahwa saat ini jenazah Remy Sylado tengah disiapkan untuk pemulasaraan.

“Rencana besok (dimakamkan) jam 11 di Menteng Pulo Kasablanka. Jadi ini sebentar lagi akan dimandikan, terus peti disiapkan,” kata Emmy Tambayong di rumah duka di kawasan Cipinang Muara, Jakarta, Senin (12/12/2022). – dms.

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.