‘Retreat’ dan Main Tentara Tentaraan

Retreat Prabowo2

Retreat yang dilakukan Kabinet Merah Putih Prabowo bukan kegiatan spiritual, melainkan koordinasi, penyamaan visi, misi, orientasi, melalui pelatihan fisik dan lapangan, saling kenal satu anggota kabinet dengan yang lain, untuk saling mengakraban.

OLEH DIMAS SUPRIYANTO

RETREAT DAN MAIN TENTARA TENTARA’AN – Beberapa hari ini, perhatian warga Indonesia mengarah ke kota Magelang, khususnya ke Akademi Militer (Akmil) di daerah Mertoyudan. Melihat dari jauh kegiatan retret dari para menteri kabinet baru, Kabinet Merah Putih, dan kegiatan yang bernuansa militeristik. Main tentara tentara’an; baris berbaris, upacara bendera, tinggal di tenda, mendaki gunung, olahraga dll.

Warga Gen-Z menjadikan kegiatan ini sebagai pemandangan yang menghibur, simbol fajar baru, penyegaran yang menyenangkan. Sementara mereka yang merasai peran tentara di era pemerintahan Orde Baru mencemaskan ini sebagai bangkitnya kembali militerisme yang menyeramkan.

Retret (retreat) dalam definisi yang familiar dikenal sebagai kegiatan spiritual, satu upaya untuk menjauhkan diri dari lingkungan keseharian sementara waktu. Istilah ini dikenal di kalangan gereja, terutama dalam gereja Katolik dan juga termasuk Protestan seperti Anglikan. Juga dalam agama Budha.

Retret merupakan sarana untuk menenangkan diri dan memulihkan diri dari kesibukan sehari-hari guna membantu seseorang untuk mendapatkan ketenangan dan kelegaan – momentum perbaikan dan penataan diri menjadi pribadi yang matang dan lebih baik untuk waktu-waktu mendatang.

Bagi penganut Katolik, ‘retreat’ merupakan salah satu kegiatan rohani yang dilakukan untuk membina dan mengingatkan iman dalam diri setiap umat. Retret berarti menyediakan waktu untuk berefleksi, berdoa, atau bermeditasi. Kegiatan yang juga ada dalam Buddhisme dan kalangan Kejawen.

Retret sering kali dilakukan di daerah pedesaan atau pedalaman, atau di tempat-tempat retret khusus seperti sebuah biara.

Beberapa retret dilakukan dalam kesunyian, sementara yang lainnya dilakukan dalam suasana berbagi rasa, tergantung dari pengetahuan dan praktik yang dilakukan oleh fasilitator dan/atau pesertanya.

Retret biasa berlangsung selama tiga hari. Dalam kurun waktu itu, seorang individu atau kelompok akan melakukan pendalaman dan evaluasi diri secara reflektif, baik dari segi spiritual, inetelektual, sosial, dan hal-hal kesehariannya.

RETREAT yang dilakukan Kabinet Merah Putih Prabowo bukan kegiatan spiritual, melainkan koordinasi, penyamaan visi, misi, orientasi, melalui pelatihan fisik dan lapangan, saling kenal satu anggota kabinet dengan yang lain, untuk saling mengakraban.

Diketahui, retreat ini diikuti seluruh unsur kabinet terpilih, mulai dari menteri, wamen, kepala lembaga, penasihat presiden, utusan khusus, hingga staf khusus presiden. Kegiatan retreat ini telah dimulai sejak Jumat (25/10) pagi saat menaiki pesawat Hercules, tidur di tenda. Mereka bangun jam 4 pagi langsung baris berbaris. Berirama.

Letjen Purn. Sutiyoso mantan gubernur DKI yang lama di Akmil Magelang dan mengamati dari layar teve, menyatakan, kegiatan itu penting untuk penyegaran. Dalam hal penyamaan visi tujuan tim, pelatihan itu jangan dipahami sebagai bentuk militeristik.

“Saya lihat Presiden Prabowo juga ikut baris dan ikut hujan hujanan. Menandakan bahwa seorang pemimpin juga ikut kelapangan bersama anak buah. Dia juga mematuhi perintah komandan barisannya, patuh disuruh belok kiri, belok kanan, hadap kiri dan hadap kanan – meski di Akmil pastinya berpangkat lebih rendah, ” papar Bang Yos.

”Maknanya, ketika ada proyek sedang dijalankan, semua harus patuh pada pemberi komando, meski yang memimpin proyek posisinya lebih junior, ” jelasnya.

Prabowo juga menyebut pelatihan ketentaraan sebagai bentuk upaya kebangkitan militerisme. “The military way ditiru oleh banyak pemerintah, terutama perusahaan-perusahaan. ‘The military way’ inti dari semua perusahaan adalah disiplin,” ujarnya.

“Kalau anak buah kehujanan pimpinan kehujanan, kalau anak buah kepanasan pimpinan kepanasan
kalau anak buah lapar pimpinan merasakan, ” kata Prabowo

Diketahui, retreat Kabinet Merah Putih ini diawali dengan kegiatan olahraga dan latihan militer sejak subuh tadi. Saat kegiatan itu, seluruh menteri kompak memakai seragam Komponen Cadangan (Komcad).

Netizen di dunia maya memberikan respon yang sama. Kegiatan pelatihan seperti ini juga akrab di kalangan korporasi, saat membangun kekompakan tim.

“Saya ini 100 persen warga sipil, pernah ikut pelatihan Bela Negara di Rindam selama 7 hari, istirahat pukul 22.00 dan bangun pukul 04.00, semua di atur untuk melatih kedisiplinan, dan itu membawa dampak positif bagi saya, hidup saya jadi teratur, kemudian bekerja lebih disiplin dan juga respect dalam lingkungan kerja saya, ” tulis netizen.

BAGI para aktifis 1998, seragam tentara membangkitkan kenangan kelam, rezim Orba yang militeristik. Oritarianisme, wakil diktator, kekejaman rezim Suharto.

Tapi masyarakat kini mayoritas warga Gen Z – yang tidak melewati masa Orba – tak paham kekejaman tentara di masa lalu. Saat retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah berakhir. dan para anggota kabinet mulai meninggalkan lokasi, masyarakat menyambut antusias. Warga berteriak memanggil sekaligus mengabadikan momen keluarnya para anggota kabinet yang memakai baju kaus, celana panjang hitam, dan topi warna biru tua.

Lagipula TNI sudah berubah, ikut reformasi. Juga Prabowo Subianto sendiri, yang kini sudah jadi Presiden RI terpilih.

Keluar dari Kompleks Akmil, para menteri langsung masuk ke 6 bus yang telah tersedia di gerbang, meluncur Lanud Adisutjipto dan diterbangkan ke Jakarta. Selanjutnya kembali ke pos kementrian masing masing untuk mengurus bangsa ini.***

Avatar photo

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.