Seide.id – Rumphius yang memiliki nama lahir Georg Eberhard Rumpf merupakan ahli botani dari Jerman yang bekerja pada kongsi dagang Belanda yakni VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Nama Rumphius ia peroleh saat ia sering kontak dengan Eropa dan pada saat itu sedang gandrung nama Latin atau Yunani.
Dikisahkan bahwa Rumphius terpesona dengan popularitas Maluku di mata dunia sebagai penghasil rempah-rempah.
Kemudian, Rumphius mendaftarkan diri sebagai tentara VOC dan berharap jika ia akan mengunjungi Maluku.
Harapannya terwujud saat armada VOC mendarat di Ambon pada tahun 1653 M.
Bagaimana Perjalanan Karier Rumphius?
Berdasarkan data dari Wikipedia, pada tahun 1656, Rumphius diangkat sebagai saudagar VOC di Larike, sebuah dusun terpencil di Semenanjung Hitu, pantai utara Ambon.
Pada tahun 1660, ia menjadi saudagar di Hila. Daripada memperkaya diri dan memperkaya VOC, Rumphius mulai terbuka matanya kepada dunia alam Pulau Ambon.
Rumphius menikah dengan gadis Ambon dan mulai mempelajari semua tanaman yang ditemuinya.
Rumphius mempunyai keinginan untuk membukukan semua flora yang ada di Pulau Ambon.
Rumphius aktif mempelajari, memaparkan, memberi nama dalam bahasa Ambon, Melayu, dan Latin semua tumbuhan yang dipelajarinya.
Rumphius menggambar dengan teliti rupa tanaman yang dipelajarinya, menceritakan manfaat tanaman tersebut untuk menyembuhkan penyakit (oleh karena itu, Rumphius banyak mendengarkan cerita penduduk setempat).
Anak-isterinya membantunya dengan setia. Rumphius melakukan beberapa eksperimen dengan tanaman untuk benar-benar mengetahui khasiatnya.
Kebutaan yang Dialami Rumphius
Sekitar tahun 1670-an, penglihatan Rumphius mulai kabur akibat glaukoma yang tak bisa disembuhkan hingga akhirnya mengalami kebutaan total.
Rumphius dan keluarganya pindah dari Hitu ke Ambon.
Rumphius tetap digaji dan diberi fasilitas berupa sekretaris dan juru gambar.
Istri dan anaknya tetap membantu Rumphius sepenuh waktu untuk meneruskan karyanya yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun itu.
Karya Botani Rumphius
Setelah perjuangan panjang pada akhirnya Rumphius berhasil membukukan tulisannya tentang tumbuh-tumbuhan di Ambon dengan judul “Herbarium Amboinense” atau Kitab Jamu-jamuan Ambon pada tahun 1741.
Oleh: Khoirunnis Salamah





