Foto : Nicole/Pixabay
Pengantar Singkat:
Kata-kata mutiara dan nasihat bijak Jawa kuno dari para leluhur Jawa, merupakan satu di antara beberapa falsafah hidup yang berkembang di antara banyak suku bangsa di Indonesia yang begitu indah dan sarat makna hidup.
Tulisan ini hadir, semoga dapat menginspirasi kita menuju ke kehidupan yang baik, dan lebih baik lagi. Khususnya, orang Jawa dan Indonesia pada umumnya.
Dalam Bagian 1 ini disampaikan secara singkat dan padat 3 pepatah Jawa yang hidup subur di Pulau Jawa, yaitu: (1) Ngerti Sadurunge Winarah. (2) Nduweni Rasa Rumangsa. (3) Becik Ketitik Ala Ketara.
(1) Ngerti Sadurunge Winarah (Mengerti Sebelum Mendapat Pengajaran)
Seseorang bisa saja sungguh berbakat dalam bidang tertentu. Misalnya menyanyi, melukis, mengarang, dan sebagainya. Ia belajar autodidak. Pengalaman adalah guru yang paling baik. Oleh pengalaman yang didapat di dalam hidupnya, ia jadi cepat tanggap dan cerdas melalui perasaannya dan segera mengerti sebelum diberi tahu.
(2) Nduweni Rasa Rumangsa (Memiliki Perasaan dan Sadar Diri)
Memiliki perasaan yang tajam dan kesadaran diri yang tinggi membuat seseorang tidak memandang rendah dan tidak menyepelekan orang lain. Jika hal itu terus terbangun melalui kesadaran yang tinggi, ia tidak akan terjerumus ke dalam kancah kehidupan yang hina dan gelap.
(3) Becik Ketitik Ala Ketara (Kebaikan Terdeteksi, Kejahatan Kelihatan)
Hemat kata tapi sarat makna, pitutur dari leluhur Jawa ini bermaksud memberitahukan, bahwa suatu saat setiap perbuatan kita semuanya itu akan nampak. Jadi perbuatan yang mana yang seharusnya kita perbanyak agar kita tidak malu, bila suatu saat semuanya terbongkar. Menjawabnya mudah, tapi sulit untuk mengerjakannya.
(Bersambung)
Ngawi, 27 Agustus 2022






