6. Nonton TV Dalam Gelap/Terlalu Dekat
Sama dengan kebiasaan membaca, sangat tidak disarankan untuk nonton teve dalam kondisi gelap ataupun jaraknya terlalu dekat. Sebaiknya, besarnya teve disesuaikan dengan luas ruangan. Jangan sampai ukuran teve terlalu besar untuk ukuran ruang keluarga yang relatif sempit hingga “memaksa” anak nonton terlalu dekat. Kesesuaian diagonal teve dengan ukuran ruangan akan membuat pandangan anak lepas bebas. Mata jadi lebih relaks. Sebaliknya, memaksa melihat dalam gelap atau jarak dekat membuat mata berakomodasi maksimal yang membuatnya mudah lelah.
7. Tak Kenakan Sunglasses Saat Panas Terik
Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UVR) yang memiliki panjang gelombang 100-400 nm. UVR ini terbagi menjadi 3 tingkatan, yakni UVA (315-400 nm), UVB (280-315 nm) dan UVC (100-280 nm). Di antara ketiganya yang paling berbahaya bagi mata adalah UVA dan UVB. Sedangkan UVC relatif tdk berbahaya kaena sudah diserap oleh ozon sebelum mencapai permukaan bumi.
Mata yang terpapar terik matahari terus-menerus dalam jangka panjang dengan intensitas radiasi yang tnggi, dapat menyebabkan katarak. Bisa juga pterygium (kelainan pada bola mata, yaitu berupa selaput tipis dari jaringan bagian putih mata mengalami pembesaran ke atah kornea mata). Risiko lainnya mengalami trauma pada kornea, solar retinopathy (trauma pada retina), epidemoid carcinoma (kanker pada mata), maupun degenerasi macula atau penurunan ketajaman penglihatan.
Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya sederet ancaman kesehatan mata tadi, sebaiknya gunakan kacamata pelindung terik matahari. Atau setidaknya kenakan topi lebar sebagai pelindung saat beraktivitas di bawah terik matahari. Sedapat mungkin pilih sunglasses dengan kriteria 100% antisinar UVA dan UVB dengan lensa high-index.
8. Naik Sepeda/Motor Tanpa Kacamata
Mata bisa terkena iritasi, kelilipan atau mengalami infeksi, jika saat berkendara terbuka atau roda dua seperti ini tidak menggunakan kacamata. Penyebabnya, bisa karena angin yang berhembus cukup kencang sewaktu sepeda/motor sedang melaju. Akibatnya, mata terasa perih dan merah serta kadang bengkak. Mata yang sudah teriritasi ini mudah terinfeksi jika kebetulan ada kuman yang adequate untuk menyebabkan infeksi.
Selain itu mungkin saja ada debu atau partikel kecil apa pun yang kebetulan ikut juga masuk ke dalam mata yang akan menyebabkan infeksi jika tidak segera dibersihkan dengan air mengalir yang bersih.
9. Berenang Tanpa Kacamata Khusus
Berenang tanpa mengenakan kacamata khusus yang berfungsi melindungi mata juga tidak disarankan. Karena akan menimbulkan gejala iritasi mata seperti mata merah, perih dan gatal. Apalagi jika mata tergolong sensitif terhadap kloramin. Untuk diketahui, setiap kolam renang menggunakan bahan kimia klorin sebagai desinfektans. Nah, kloramin ini terbentuk akibat bercampurnya klorin dengan gugus nitrogen yang ada dalam keringat dan urine. Kloramin sendiri dibedakan menjadi 3, yakni monokloramin, dikloramin dan trikokloramin. Trikloramin inilah yang ada di permukaan air kolam renang yang diduga sebagai penyebab utama iritasi pada mata dan pernapasan. Bila tak menggunakan kacamata pelindung, infeksi mata juga bisa saja terjadi kalau kloramin yang digunakan di kolam renang tidak memenuhi syarat
10. Ukuran Lensa Kacamata Tidak Tepat
Ukuran lensa kacamata yang tidak tepat akan menyebabkan mata melihat dengan tidak jelas dan jernih. Akibatnya? Mata mudah lelah karena selalu berusaha untuk mempertajam penglihatan. Khusus pada anak yang sedang berkembang penglihatannya dan memiliki kelainan refraksi, jika ukuran lensa ini tidak segera dikoreksi dengan benar dan tepat, akan memungkinkan terjadinya mata malas atau amblyopia.
Demikian pula jika memiliki riwayat keluarga dengan keturunan mata juling, pemakaian kacamata yang tidak terkoreksi dapat memacu faktor risiko terjadinya strabismus alias juling. Oleh karena itu, meski anak tidak mengeluhkan matanya, sebaiknya secara rutin periksakan mata anak ke dokter mata. Dimulai usia bayi, 2 tahun dan 4 tahun dan selanjutnya setiap tahun sekali. Screening atau kontrol mata pada anak juga berfungsi sebagai deteksi dini jika ada kelainan pada matanya.
Penulis : Puspa – nakita
BACA TULISAN MENARIK LAIN:
Tutorial Olahraga Murah Sehat Bersama Instruktur Susi Pujiastuti






