American Idol Dengan Sentuhan Story Telling

American Idol Dengan Sentuhan Story Telling

Meski banyak negara membuat Idol ( American Idol), hanya tayangan Amerika yang mampu membuat cerita yang memaku penonton unutk terus menyaksikan. Bandingkan dengan Indonesian Idol yang lebih banyak cengengesan ( bercanda) namun tidak menunjukkan sebuah tayangan yang layak ditunggu.

American Idol sesi 2023 sudah dimulai sejak 19 Februari lalu. Di YouTube baru bisa dilihat sehari sesudahnya. Sementara Indonesia Idol, telah dimulai  16 Januari lalu. 

Meski Indonesian Idol adalah franchise dari American Idol, paket Indonesian Idol dibuat sangat datar, buruk dan membosankan. Bandingkan dengan American Idol yang senantiasa menyelipkan sebuah cerita yang membuat tayangan ini enak dilihat, menghibur dan mengharukan. American Idol benar-benar didesain oleh tangan kreatif dan sutradara yang tahu benar bagaimana sebuah gambar bisa bercerita banyak. Semua tim dan kru dalam Idol digerakkan untuk masuk dalam cerita yang disusun sang sutradara jempolan. Bahkan, komentar para juri saja sering membuat penonton menitikkan air mata. Beda sangat dengan komentar juri Indonesian Idol yang sembarangan, tak memiliki nilai entertainment.

Misal pada penampilan peserta Jon Wayne Hatfield yang menyanyikan lagu khusus untuk kakeknya sekaligus teman baiknya, Ray. Jon diadopsi oleh kakek dan neneknya. Namun 3 tahun lalu, sang nenek meninggal dan sang kakek tak lagi mau bicara dengannya. Namun satu setengah tahun lalu, sang kakek mendekati dia dan mengatakan, ia sedih tak hanya karena isterinya meninggal. Namun ia juga seorang gay.

Jon kaget. Jon, keponakannya diberitahu terakhir, karena Ray takut Jon akan berhenti mencintainya. Untuk mengekspresikan ungkapannya, Jon mengajak Ray ikut audisi American Idol, dan di sanalah pertamakali Jon menyanyikan lagu yang liriknya dibuat untuk Ray, dan air mata bercucuran di audisi itu.

Audisi berikutnya yang membuat semua orang menangis adalah penampilan siswa SMA, Iam Tongi. Ia menyanyikan sebuah lagu untuk mengenang sang ayah yang dua bulan lalu meninggal. Iam Tongi, 18 tahun, menghenyakkan para juri, Lionel Richie, Katy Perry dan Luke Bryan dari kursinya, sembari mengusap air mata.

Iam Tongi membawakan lagu ‘Monsters’ oleh James Blunt untuk mengenang ayahnya yang sangat dicintai yang meninggalkan dia saat ia begitu sedang mencintai ayahnya sepenuh hati sembari belajar musik dari sang ayah. 

 Dengan gitar yang ditaruh di depan perutnya yang tampak kecil, Iam Tongi mengisahkan bahwa dia dibesarkan di Hawaii, tetapi keluarga ibunya pindah ke Seattle tiga tahun lalu.  Saat ditanya soal ayahnya,, Rodney, yang mengajari main gitar dan musik, Iam Tongi terisak mengisahkan kepergian sang ayah dua bulan lalu.

 Iam Tongi kemudian menyanyikan “Monsters” oleh James Blunt, yang dirilis oleh penyanyi-penulis lagu Inggris pada tahun 2019 sebagai penghormatan kepada ayahnya, Charles, yang memiliki penyakit ginjal Tahap 4.

American Idol akan Luncurkan NFT Berkat Theta Labs dan Kathy Perry

Jejak Digital Seorang Penulis

Saatnya Berhenti Berlari….

Lirik lagu, setelah halaman ini :

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.