Asap Rokok dan Doa yang Terkabul

TENGKORAK ROKOK

Oleh RIRIZ SENO

Tembakau yang tumbuh di bumi, pastilah tentangnya Tuhan punya rencana baik. Tidak semua orang sama dalam menilai dan menyikapi itu rokok. Bagi kesehatan, hal ini wajib dihimbau secara tertulis dibungkusnya atas aturan dari departemen kesehatan.

Saya tidak sedang membicarakan merokok dalam perspektif hukum pada ajaran keyakinan penganutnya. Juga tidak sedang menganjurkan mengajak orang untuk menjadi perokok. Toh semua orang bisa dan punya hak penuh untuk mengukur kekuatan kesehatan tubuhnya bilamana ia akan menjadi aktif perokok.

Yang saya tahu adalah suasana hati para petani tembakau di Parakan Temanggung, Boyolali, Grobogan, Klaten dan lainnya di wilayah Jawa Tengah. Begitu riang gembiranya bila hasil panen melimpah, manakala kualitas hasil seperti yang diharapkan. Rupiah akan mendulang masuk kedalam tabungan yang dipunya. Kebutuhan kuliah anak, juga kebutuhan penting lainnya dengan serta merta akan tercukupi untuk meringankan beban di hati. Begitulah suasana saat panen tembakau tiba, menangkap Karunia Sang Maha Pemberi.

Tidak ada yang bisa menghalangi kalau ada yang berpendapat, sesungguhnya merokok adalah mediator doa yang tersampaikan. Dalam tanda kutip mulut bibir perokok sedang dipinjam Tuhan sebagai perantara untuk mengabulkan doanya orang banyak. Doa dari petani tembakau, pemilik pabrik rokok serta seluruh karyawan dan buruh pabrik, juga semua orang yang terlibat didalamnya, bahkan pajak cukai juga ikut menyumbang pendapatan negara. Doa itu kabul, jika ada orang yang merokok. 

Kembali ke individu azasi masing-masing orang. Tidak ada yang melarang, juga tidak ada yang menganjurkan untuk merokok. Yang bisa mengukur kekuatan kesehatan tubuh anda adalah anda sendiri, kalo kita sakit karena merokok ya jangan jadi perokok.

*Ririz Seno, penulis, pengamat dan praktisi seni Jawa, alumni Universitas UPN Veteran Yogyakarta

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.