Belajar Bertani di Kota Bogor

Wahana untuk anak anak mengenal agar lebih dunia pertanian. Lokasi wisata rekreasi dan edukasi di dekat ibukota.


Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

SEBAGAI negara maritim, Indonesia sekaligus juga dikenal sebagai negara agraris dimana lahan-lahan pertanian menghampar, dari pinggir laut hingga ke ketinggian lereng-lereng gunung. Dan ini tak cuma di Jawa. Bercocok tanam, memelihara ikan di kolam, atau beternak sapi, kambing, kerbau, kuda, ayam, itik dan lain-lainnya, sudah sejak lama menjadi bagian terbesar dari budaya hidup orang Indonesia.

Budaya bertani ini diwariskan dari generasi ke generasi, baik melalui tradisi lisan maupun lewat bahasa tertulis lewat pendidikan-pendidikan formal pertanian yang banyak terdapat di sekujur negeri. Tapi bagaimana dengan masyarakat urban, masyarakat perkotaan yang sudah lama tak lagi bertani, sudah lama kampungnya kehilangan sawah? Bahkan ada anak usia SD belum pernah melihat ujud kerbau? Kemana mereka belajar bertani?

Kasih makan kambing – Foto dokumentasi KNFF

Benar, masih ada banyak lahan-lahan pertanian mengampar di sekujur Indonesia. Untuk melihat bagaimana kaum wanita nandur di sawah atau menuai padi dengan ani-ani, kita tinggal datang ke lokasi pada musimnya. Juga untuk melihat susu sapi diperah, telur-telur ayam dipanen, kerbau berguyang, dan lainnya. Tapi tak adakah tempat yang mudah dijangkau anak, untuk melihat cara bertani sambil berwisata?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inilah hadir Kuntum Nursery Farm Field (KNFF), sebuah areal wisata keluarga yang lumayan luas, berupa lahan pertanian terpadu, dengan para petani, pekebun, peternak sungguhan yang seharian mengerjakan apa-apa yang menjadi pekerjaannya. Ada yang aktif di sawah, di kebun sayur atau tanaman obat, mengurus kolam ikan, petani yang juga siap mengajak anak-anak atau siapa saja wisatawan, untuk faham cara bertani.

Kura kura Teratak di kolam

KNFF hadir sejak tahun 2000. Awalnya hanya menanam tanaman hias dan tanaman obat, dengan nama Kuntum Nursery. Ada toko kecil di bagian depan dekat gerbang yang menjual ragam hasil (tanaman hias, bibit bunga, rempah-rempah, teh bunga telang, dll) produk yang ditanam di situ. Ada juga kolam pancing ikan dilengkapi resto kecil, dan stadion balap mobil mainan remote control yang dilengkapi track rumput

Saya dan keluarga suka datang ke Kuntum Nursery yang sehari-hari dikelola oleh wanita sarjana (saya lupa namanya) lulusan Institut Pertanian Bogor. Datang bukan sekadar menikmati me time di kolam pancing, atau ngemong cucu bermain balap mobil dengan remote control, tapi juga untuk melihat dan mencari ragam tanaman hias serta tanaman obat sebagai oleh-oleh pulang ke rumah.

Tahun berganti, dan siapa mengira Kuntum Nursery berkembang menjadi bentuknya yang sekarang, dan dengan nama KNFF kini masuk menjadi bagian dari daerah tujuan wisata (DWT) baru Kota Bogor yang mengedepankan jargon “wisata pertanian bagi keluarga”.

Apa yang dimakan kerbau ini?

Lokasinya mudah dijangkau, persis di tepi Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, cuma satu atau dua kilometer dari Gerbang Tol Baranangsiang ataupun Ciawi.

Sempat ditutup beberapa kali tersebab pandemi Covid-19, KNFF operasional lagi tiap hari dari PK 08:00 s/d 16:00 WIB, dengan tiket Rp 20.000 s/d Rp 30.000 per orang.

Berbagai aktivitas wisata keluarga (atau rombongan pelajar) berbasis pertanian terpadu bisa dilakukan di situ. Ada petugas-petugas pembimbing. Ada banyak program digelar, juga acara makan siang dengan ragam produk pertanian yang dihasilkan, yang juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. ***

14/10/2021 PK 21:36 WIB

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.