Cerita Perilaku Gila Penggemar Idola di China

Kris Wu China Daily

“Insiden”  terakhir terjadi ketika bintang pop keturunan dan Kanada, Kris Wu, ditahan atas dugaan pemerkosaan bulan lalu. Sejumlah penggemarnya langsung berkomplot secara online – dengan rencana membantunya kabur dari penjara.

OTORITAS China melarang program acara kompetisi idola di TV, yang kebanyakan mengandalkan partisipasi penggemar. Langkah itu diambil untuk mengerem perilaku penggemar yang berlebihan, luapan cinta tak terkendali. Bahkan menggila.

Kelakuan penggemar bintang pop di China yang kian obsesif,  menggila dan kerap menjadi berita, membuat pihak berwenang menegaskan perilaku semacam itu tidak akan ditoleransi.

“Insiden”  terakhir terjadi ketika bintang pop keturunan dan Kanada, Kris Wu, ditahan atas dugaan pemerkosaan bulan lalu. Sejumlah penggemarnya langsung berkomplot secara online – dengan rencana membantunya kabur dari penjara.

“Gadis-gadis, ada kekuatan dalam jumlah, ayo terbang ke Beijing dan selamatkan dia,” salah satu dari mereka mengunggah statusnya di platform microblogging Weibo.

Yang lain berkata mereka telah menyiapkan sekop untuk menggali terowongan, dan tang untuk memotong kawat berduri.  Tak lama, diskusi dengan topik semacam itu – demikian halnya akun-akun yang mendiskusikannya – hilang dari dunia maya.

De Meizu, gadis cantik, mantan pacar yang melaporkan Kris Wu atas dugaan perkosaaan kepadanya Berita berkembang, karena beredar postingan yang menyebutnya memperkosa 30 orang gadis dengan dijanjikan peluang kerja. foto berbagai sumber.

Kris Wu menjadi berita utama di AS ketika ia menyapu tangga lagu iTunes – pada tahun 2018 – tidak hanya menempati posisi No. 1, tetapi juga tujuh dari 10 lagu teratas.

Untuk seorang penyanyi yang hampir tidak dikenal di Amerika Utara, itu merupakan pencapaian yang cukup besar.

Sementara para kritikus beranggapan pencapaian itu sebagai karya bot, penyelidikan menemukan bahwa itu sebenarnya didorong oleh penggemarnya, yang bahu-membahu membeli albumnya untuk mendongkrak penjualan.

Tetapi justru jenis kampanye terorganisir inilah yang membuat pihak berwenang China khawatir, kata para ahli.

“Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa klub penggemar dapat memobilisasi, baik secara langsung atau daring, untuk menggelar demonstrasi membela bintang favorit mereka,” kata analis media BBC China, Kerry Allen.

“Sengkarut dalam klub penggemar selebriti, yang diperlihatkan oleh ‘insiden Kris Wu’, memperlihatkan budaya penggemar yang buruk telah mencapai momen kritis sehingga harus dikoreksi,” tulis Badan Disiplin Tinggi Negara itu dalam sebuah unggahan, seraya menambahkan bahwa ribuan komentar “beracun” dan grup penggemar telah dihapus.

Dua pekan lalu, pengawas internet China menyebut mereka akan menghentikan penyebaran informasi “berbahaya” yang beredar dalam klub penggemar, termasuk gosip dan pelecehan verbal.

Platform apa pun yang tidak berfungsi untuk menghapus konten tersebut dengan cepat, juga akan dikenakan sanksi.  “Perlu ada batasan kegandrungan yang tidak rasional terhadap artis,” katanya.

“Tindakan keras bukanlah akhir dari pemujaan terhadap selebritas, melainkan cara untuk mengurangi perilaku tidak beradab yang dihasilkan dari pemujaan terhadap selebritas,” Allison Malmsten, analis pasar China dari Daxue Consulting kepada BBC.

“Tindakan keras itu mungkin membuat fandom ‘membosankan’ bagi sebagian individu yang semuanya bersemangat menempatkan idola mereka di daftar teratas,” kata Allison. Fandom adalah sebutan bagi komunitas / club penggemar K-Pop.

Tetapi dia mencatat bahwa ini tidak menandakan akhir dari jalan bagi mereka – mereka hanya akan kurang terlihat secara online. ***

Berikutnya : Rela berbohong, buang susu ke got dan hiasi bus demi bintang idola

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.