Geladak Ilolutta, Januari 1980. Film Titanic (Kate Winslet & Leonardo DiCaprio) baru lahir tahun 1997.
Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI
ALHAMDULILLAH hari ini, 18 April, 40 tahun silam di Kota Bogor. Jawa Barat, saya menikah dengan Restiawati Niskala, putri ke-2 (dari lima bersaudara) Bapak R. Soedjali dan Ibu Soedarmini. Penyair-Novelis Lastri Fardani Sukarton dan Penyanyi (kini mubalighah) Neno Warisman ikut jadi saksi akad-pernikahan kami. Juga sekitar seratus orang sedulur seniman Gelanggang Bulungan Jakarta Selatan.
“Kok bisa sih, elu dapetin Resti? Yang bikin heran, kok Resti-nya mau sih? Jangan-jangan elo maen pelet, dia…? Soalnya seperti dongeng Beauty and The Beast, Resti terlalu bagus buat tampang dan tongkrongan seperti elu…?” begitu antara lain komentar (persisnya rasa tidak percaya) seorang sohib di tahun 1980 saat ataahu saya dekat dengan Resti.
Dan ini bukan satu-satunya sikap banyak orang di dekat kami, yang menyangsikan bahwa hubungan kami bukan sejati kersane Allah SWT. Intinya, banyak yang tak setuju…Resti kok mau-maunya dekat dengan saya. Sikap lingkungan yang justru bikin saya bersemangat untuk menbuktikan diri, untuk bisa memenangkan hati Resti secara baik dan insya Allah: halal.
Alhamdulillah, pada akhirnya kami menikah 40 tahun silam, dan sudah diberkahi tiga anak laki-laki yang sehat dan tak pernah menyusahkan kami, seorang menantu perempuan, dan seorang cucu perempuan. Insya Allah sebentar lagi akan bertambah menantu-menantu kami, dan dari mereka kami berharap akan datang para cucu lainnya meramaikan hidup kami.
Menjawab rasa penasaran banyak teman, dan juga rasa penasaran para keponakan saat kami ngumpul kemping di kaki gunung, apa dan bagaimana cerita saya ketemu Resti? Benarkan saya menggunakan ilmu pelet (hi…hi…hi…! Aya…aya wae prasangka, teh…!) untuk mendapatkannya, sudah saya tulis dalam bentuk kisah atau pengakuan bertajuk: “Cintaku Mentok di Kebun Jagung”
Kisah Cintaku Mentok di Kebun Jagung ini termuat dalam buku volume/jilid tiga (dari tujuh jilid) Autobiografi Mini Kisah Kisah Hidupku (Penerbit Kosa Kata Kita – Jakarta 2022, yang sekaligus merupakan buku seri ke-8 dari gerakan Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (ASMDR) yang digagas dan dimotori guru/penyair/editor Julia Utami serta sastrawan/publisher Kurniawan Junaedhie.
Namun sebagaimana buku-buku seri ASMDR lainnya, buku seri Kisah Kisah Hidupku ini juga dicetak terbatas dan diedarkan hanya untuk para penulis buku tersebut.
Karena itu, untuk menjawab rasa penasaran para sahabat saya di luar sana, yang tidak saya tahu berapa ‘digit’ jumlahnya, juga rasa ingin tahu para keponakan, maka saya beberkan kisah ini di Seide.id
(Bersambung)
18/04/2022 PK 00:46 WIB





