Empati Sebagai Rasa Kebersamaan

Empati Sebagai Rasa Kebersamaan

Tabrakan kendaraan yang menewaskan 11 0rang di Jalan Alternatif Cibubur itu menyisakan rasa yang jauh dari empati. Saat kejadian, suara tabrakan yang menggema itu membuat semua orang berlari ke arah kejadian. Sampai di depan lokasi kejadian, sesaat mereka terbengong. Sebagian langsung berlari menolong korban. Sebagian besar mengambil ponsel mereka, memotret kejadian, memvideokan kecelakaan itu, baru menolong korban. 

Kecelakaanb Minus Empati

Seorang saksi mata di depan televisi jelas-jelas menyebutkan, bahka beberapa penolong, sempat memotret kejadian sebelum mereka menolong. Jangan-jangan banyaknya yang meninggal itu, antara lain karena para “ penolong’ itu tidak memiliki empati. Mereka justru melihat moment untuk mengabadikan adegan kecelakaan itu, sambil membuat video demi kanal YouTube atau Instagram mereka. Demi view, demi follower. Mereka yang melakukan ini, jelas tak memiliiki empati. 

Bagaimana jika korban itu salah satunya keluarga mereka ? Apakah baru timbul rasa empati ?

Empati merupakan respons afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang lain. Empati secara sederhana adalah kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain.

Datang ke pemakaman, menjenguk di rumahsakit, menjadi relawan dalam berbagai bencana, adalah bentuk-bentuk rasa empati yang ditunjukkan orang kepada teman, saudara atau tetangga kita. 

Empati Kehilangan

Di Jepang, sejak sekolah TK, anak-anak tidak diajari untuk menjadi pandai. Mereka diajari untuk empati dan belajar etika. Seorang anak Jepang, otomatis akan memuliskan nomor hapenya jika mereka menemukan baang-barang yang hilang atau ketinggalan. Sobekan kertas berstiker itu di tempatkan di beberapa lokasi terdekat, sehingga ketika mereka yang kehilangan barang, bisa menelpon ke anak-anak tersebut. Ini bentuk empati sederhana yang sangat membantu mereka yagn kehilangan barang kesayangan atau penting.

Jika setelah 1 bulan tak ada yang menelpon, barang itu masuk tempat Lost & Foiund. Di sanalah biasanya, orang-orang yang kehilangan barang, menemukan barang mereka.

Di Indonesia, tempat Lost & Found hanya ada di Bandara/ Airport untukpesawat dan di Stasiun Gambir untuk Keretaapi. Tak ada Lost & Found di Mall atau tempat ramai. Sekedar merasakan kehilangan, apakah kita tak punya banyak empatoi untuk sesama ?

Foto: Kompasiana

TULISAN LAINAkhirnya, Inilah Undang Undang Hubungan Pemerintah AS dengan Cryptocurrency

KETIKA PARA PENULIS MELAWAN RAKSASA GOOGLE

Warganet: Berempatilah Pawang Hujan, Hentikan Ramalan Tentang Eril Kamil

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.