Di tengah sesak dan sulitnya ekonomi saat ini, budidaya jamur tiram menjadi incaran semua masyarakat. Bisa panen setiap hari dan memperoleh income setiap hari.
Jamur memiliki berbagai jenis, baik yang dimakan atau tidak boleh dimakan. Selain untuk menambah gizi, jamur dimanfaatkan untuk kesehatan. Jamur digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia karena keserbagunaannya. Di Indonesia, jenis yang paling populer adalah Jamur Tiran, Jamur Kancing dan Jamur Kuping. Nama-nama pada jamur disesuaikan dengan bentuk dan asalnya yang disematkan ke 38.000 jenis jamur di seluruh dunia.
Jamur Tiram karena bentuknya seperti Tiram. Jamur Kancing menyerupai kancing dan Jamur Kuping mirip dengan telinga manusia.
Di Yogya ada Restauran Jejamuran yang semua makanannya terbuat dari jamur. Baik berupa udang, sate, daging, tahu maupun menu apapun. Semua terbuat dari jamur dengan rasa seperti makanan dan bentuknya. Makanan Udang, bentuk dan rasanya seperti udang, namun terbuat dari jamur. Di Malang juga muncuk restaurant jamur
Jamur sebagai makanan dan obat-obatan, ditemukan sejak 1900, namun di Indonesia baru dibudidayakan tahun 2008 di Wonosobo di daerah Dieng. Popularitas Jamur memuncak pada 2016. Indonesia bahkan pernah masuk dalam 5 negara pengekspor jamur di dunia. Hari ini, jamur mulai populer lagi di Indonesia sebagai penyelamat ekonomi keraykatan dan kesehatan manusia.
Profit di atas 40%
Dibanding investasi lain, budidaya jamur Tiram paling populer karena mampu memberikan keuntungan di atas 40% per sekali periode tanam atau 3 bulan.
Yang lebih memberi semangat para petani dalam budidaya Jamur Tiram adalah yang dicari semua investor; setiap hari panen, setiap hari memperoleh uang.
Dibanding usaha atau budidaya lain, para petani jamur Tiram tak perlu menjual ke pasar. Para pengepul atau tengkulak, biasanya mendatangi tempat budidaya di kebih para petani, membei jamur dan langsung membayar di lokasi saat itu juga.
Budidaya jamur tiram bisa dilakukan selama 3-4 bulan dalam sebuah kumbung berisi baglog jamur tiram. Setiap satu atau dua minggu sesudah misselium penuh, dilakukan panen jamur dan akan tumbuh lagi selama 4-8 kali, tergantung kualitas dan cara budidaya setiap petani.
Namun dari 3 kali panen saja, petani sudah memperoleh keuntungan yang diharapkan.
Salah satu petani Jamur Tiram yang saat ini sedang banyak dibicarakan adalah Jamur Cikuda di daerah Parungpanjang, Kabupaten Bogor yang tidak hanya menjual jamur segar, melainkan menyediakan bagi masyarakat baglog jamur penuh misselium. Setiap hari penuh orang mulai berbudidaya jamur maupun belajar tentang perjamuran.
Dengan membeli baglog, kita tidak perlu beli bahan, membuat baglog, melakukan sterelisasi atau pengukusan, atau inkubasi. Cukup menaruh baglog di tempat kumbung untuk dilakukan perawatan dan jamur akan muncul dan siap untuk dipanen. Panen setiap hari, dapat uang setiap hari.






