Foto : Michael Heck/Pixabay
“Niat-niat baikmu tidak pernah akan basi.”
Kisah mengharukan ini, kiranya dapat menginspirasi jutaan hati sang manusia agar tidak sudi menunda untuk melakukan niat-niat baikmu!
Bermula, dari penugasan sang guru kepada para murid SMA, agar setiap murid berani mengungkapkan perasaan kasih sayangnya kepada seseorang … di dalam hidupnya.
Ternyata, ada seorang murid yang bagai mendapat durian runtuh, setelah dia berani mengungkapkan perasaan sayangnya kepada ayahnya yang sudah lama tidak berkomunikasi efektif.
Sang guru bijak itu, akhirnya menagih janjinya untuk mendapatkan masukan, apa, reaksi serta hasil dari penugasan kemanusiaan itu.
Seorang murid melaporkan, bahwa relasi personal saya dengan ayahku selama ini, memang dingin dan datar saja. Kami tidak pernah berkomunikasi terbuka, karena semua perasaan saya dan ayah saya hanya terpendam dan diam-diam saja.
Dan tatkala sang guru menugaskanku untuk menyampaikan perasaan sayang kepada ayahku, aku pun berjanji untuk segera melakukan itu.
Aku bergegas ke rumah ayahku. Segera dan dengan hati berdebar, aku mengetuk pintu dan segera kudorong pintu rumah ayahku.
Betapa terkejut, karena ternyata, ayahku pun tampak terkejut melihat sosokku berdiri di hadapannya.
Dengan tidak membuang-buang waktu, segera kuulurkan kedua lenganku, sambil merangkul ayahku, kuucapkan, “Ayah, aku sungguh sayang kepada ayah.”
Apa reaksi beliau, dengan pelukkan yang sangat erat, beliau pun terisak-isak dan mengatakan bahwa, selama ini pun, ayah sangat sayang kepadamu.
Setelah itu, suasana pun berubah drastis, mencair, dan semuanya terkesan dan tampak sangat indah.
Saudara, rupanya, selama ini, relasi di antara kita terjadi dan terkesan kaku dan datar, besar kemungkinan karena kita tidak berani mengungkapkan perasaan tulus serta jujur kita kepada sesama.
Kita sangat sulit untuk menumbuhkan kecerdasan emosi kita dengan berani mengekspresikan, bahwa kita justru sangat sayang kepada mereka.
Mari, kita senantiasa belajar untuk tidak menunda kesempatan untuk menyatakan kasih sayang kita kepada seseorang.
Jika cinta bertumbuh di dalam sanubari sang manusia, maka tidak ada istilah terlambat untuk mengekspresikan perasaan sayang kita kepada sesama.
“Jika kita saling mencintai, Tuhan hadir di sana.”
Kediri, 13 November 2022






