Menyadari kehidupan dalam Ruang dan Waktu – Menulis Kehidupan 379

Foto : Gerd Altmann/Pixabay

Setiap hari kita mengalami kehidupan dalam ruang dan waktu. Nyata sekaligus misteri. Untuk membuat kehidupan bermakna, manusia mengatur diri dengan sistem waktu, angka kalender dan jam. Seolah-olah waktu bisa dihitung dan dibatasi.

Merenungkan Keajaiban ruang maha luas dan waktu yang tak terhitung, bagi kehidupan manusia, saya tuangkan dalam sajak:

Memeluk Waktu dengan Angka

Jemari berpacu meraih damba asa
Menangkap waktu dengan angka
Pecahkan saat
jadi remah-remah angka
Yaqinkan diri
waktu mampu ditahan
waktu bisa dipenjara
waktu bisa diatur
dalam angka-angka
“Waktu tersenyum…
saksikan usaha konyol manusia”

Perjumpaan manusia
untuk memenuhi kebutuhan
juga diubah dengan angka
lalu diciptakan kertas dan logam
Diberi nama uang
untuk membeli barang
untuk membayar jasa
“Manusia menjadikan diri angka…
Bahkan hidup untuk angka..
Saling membunuh demi angka….”

Kata dan angka
diciptakan manusia
untuk menganyam kehidupan
untuk mempermudah relasi
Memang hidup perlu uang
Namun uang bukan segalanya
Ada yang hidup untuk angka
Ada yang mati karena angka…”
Waktu tersenyum…
saksikan kekonyolan insani
Waktu menangis
melihat manusia jadi angka
Padahal,…
hakikat pribadinya bukan angka

Aku, kau, kita
Berlari di lembar waktu
Menulis kata dalam waktu
Mengukir warna dalam waktu
Menghitung angka dalam waktu
Memeluk waktu menghitung nafas
Dan
Sejatinya kita dilumat waktu
dengan energi misteri kata
Misteri Sang Maha Kata

Menyadari Kehidupan dalam Ruang dan Waktu – Menulis Kehidupan 299